Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump
Advertisement . Scroll to see content

Perang Iran Kuras Rudal AS, Pentagon Butuh Rp109 Triliun untuk Ganti Pesawat dan Drone

Minggu, 01 November 2026 - 07:45:00 WIB
Perang Iran Kuras Rudal AS, Pentagon Butuh Rp109 Triliun untuk Ganti Pesawat dan Drone
Perang Amerika Serikat melawan Iran terus menguras anggaran militer Washington (Foto: CBS News)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, gencatan senjata pada April memberikan kesempatan bagi Iran untuk memulihkan sebagian kemampuan militernya. Teheran dilaporkan menggali kembali fasilitas penyimpanan bawah tanah, mengaktifkan sejumlah pertahanan udara, serta memulihkan akses terhadap rudal dan drone yang sebelumnya tidak dapat digunakan.

Situasi tersebut menambah tantangan bagi Washington dalam menjalankan operasi militer sekaligus mempertahankan persediaan senjatanya.

Biaya Perang Membengkak, Trump Hadapi Tekanan Politik

Lonjakan biaya perang juga menjadi persoalan politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di DPR dan Senat. Dampak konflik terhadap harga energi dan biaya hidup warga AS turut membebani dukungan terhadap kandidat Partai Republik serta popularitas Trump.

Di tengah situasi tersebut, Trump memberlakukan blokade maritim terhadap Iran untuk menekan pendapatan ekspor minyak negara itu. Pemerintahannya juga membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer berskala besar setelah pemilu paruh waktu jika diperintahkan.

Sejumlah pejabat AS mengatakan Pentagon telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan serangan besar terhadap Iran. Namun, keputusan untuk menjalankan rencana tersebut tetap bergantung pada perintah pemerintah AS.

Dengan biaya perang yang terus meningkat dan kebutuhan penggantian amunisi serta peralatan militer yang besar, beban finansial konflik berpotensi bertambah apabila operasi militer kembali diperluas.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut