Perempuan Hamil Positif Covid-19 Berpotensi Melahirkan Prematur
Dari semua perempuan itu, 15 persen mengalami kelahiran prematur dan 3 persen kehilangan bayi saat persalinan.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan risiko kelahiran prematur lebih tinggi pada perempuan hamil pengidap Covid-19. Sebuah penelitian di Inggris juga mencatat peningkatan kasus bayi meninggal saat persalinan.
Kehamilan membuat perempuan lebih rentan terinfeksi Covid-19 dan terjangkit penyakit parah karena beberapa alasan, di antaranya sistem kekebalan sang ibu melemah selama masa kehamilan.
Perubahan fisiologis selama kehamilan juga dapat meningkatkan kerentanan pada peremupuan hamil. Paru-paru mungkin terpengaruh oleh rahim yang membesar dan sistem kardiovaskular bekerja lebih keras. Virus corona juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.
"Kami sekarang memiliki data dari tiga sistem pengawasan CDC terpisah yang semuanya menunjukkan bahwa perempuan hamil mungkin berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19," kata Denise Jamieson, anggota satuan tugas Covid-19 di American College of Obstetricians and Gynecologists.
Para ahli memang masih harus melakukan lebih banyak penelitian untuk memastikan hubungan kehamilan dengan Covid-19. Meski demikian, mereka meminta para peremupuan untuk lebih berhati-hati, termasuk membiasakan diri menggunakan masker dan menjaga jarak sosial untuk meminimalisasi risiko infeksi, terlebih mereka yang kegemukan.
Editor: Anton Suhartono