Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Binance Siapkan Rp114 Triliun untuk Ganti Rugi
GEORGE TOWN, iNews.id - Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance menyatakan telah menyiapkan dana untuk menutup sekitar 90 persen aset senilai 6,3 miliar dolar AS atau setara Rp114,23 triliun yang dicuri dalam aksi peretasan pada Kamis lalu. Perusahaan berjanji menanggung seluruh kerugian tersebut agar pengguna tidak terdampak secara finansial.
Dilansir dari BBC, Binance menyebut sisa 10 persen dana yang belum terpenuhi kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikumpulkan dalam jumlah yang diperlukan.
Perusahaan sebelumnya berkomitmen mengganti 100 persen kerugian dan telah mengalokasikan lebih dari 6,34 miliar dolar AS dari dana perusahaan.
"Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri ini, bukan pengguna kami," tulis pernyataan perusahaan dikutip, Minggu (1/11/2026).
Selain itu, Binance juga mengumumkan bahwa layanan penarikan dana telah kembali tersedia di sejumlah jaringan. Sebelumnya, perusahaan sempat menghentikan layanan tersebut setelah peretasan terjadi dan menyatakan pemulihannya akan dilakukan secara bertahap.