Pesawat Cessna Jatuh di Gunung Berapi Aktif Filipina, Operasi SAR Berisiko Tinggi
Pesawat berada di bagian barat Gunung Mayon yakni pada ketinggian sekitar 1.070 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pesawat itu dioperasikan oleh Energy Development Corporation, perusahaan energi yang berkantor pusat di Manila. Sementara dua warga Australia yang berada dalam pesawat adalah konsultan teknis untuk perusahaan energi tersebut.
Mayon adalah gunung berapi paling aktif di Filipina dan terakhir meletus pada 2018. Saat itu gunung memuntahkan berton-ton abu, batu, dan lava. Gunung masih aktif sampai saat ini sehingga pejabat setempat menutup akses ke lerengnya.
Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina Teresito Bacolcol memperingatkan ada risiko letusan yang bisa melontarkan batu.
"Ini operasi sangat berisiko. Jika mereka mau mengambil risiko, hanya personel yang terlatih secara profesional dan berpengalaman yang boleh dilibatkan,” ujarnya, dikutip dari AFP.