PM Narendra Modi Sebut India Bisa Jadikan Pakistan Butiran Debu Tak Sampai 10 Hari

Anton Suhartono ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 16:30 WIB
PM Narendra Modi Sebut India Bisa Jadikan Pakistan Butiran Debu Tak Sampai 10 Hari

Narendra Modi (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut negaranya bisa mengalahkan Pakistan dalam waktu tak lebih dari 10 hari.

Kedua negara nuklir itu kerap berseteru dilatarbelakangi berbagai isu, seperti soal Kashmir. India dan Pakistan sudah tiga kali berperang dan pada Februari 2019 nyaris yang keempat kali, dipicu serangan bom terhadap pasukan India di Kashmir yang dilakukan kelompok militan.

"Pakistan telah kalah di tiga perang. Angkatan bersenjata kami tidak akan membutuhkan lebih dari 7 atau 10 hari untuk membuat Pakistan menjadi butiran debu," kata Modi, dalam pidatonya kepada militer, seperti dilaporkan AFP, Rabu (29/1/2020).

Pernyataan itu mengacu pada penembakan terhadap jet tempur India oleh Pakistan saat perang udara di Kashmir pada 2019. Pilot jet tempur selamat meskipun sempat ditahan beberapa hari sebelum diserahkan kembali.

Modi melanjutkan, kemampuan baru India itu berkat apa yang disebutnya dengan 'pemikiran muda'.

"Ini merupakan 'pemikiran muda'. Kami melancarkan serangan dengan presisi terhadap teroris di rumah mereka," kata Modi, mengacu pada serangan tahun lalu.

Namun Pakistan menunjukkan bukti-bukti foto bahwa serangan itu hanya mengenai bangunan tak berpenghuni di dalam hutan.

India dan Pakistan telah berperang tiga kali, yakni pada 1947, 1965 dan1971, serta pada 1999 dalam perseteruan yang disebut dengan Konflik Kargil.

Modi mengatakan Pakistan terus mengobarkan perang proksi melawan India dengan mendukung gerilyawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India. Perang terkait Kashmir sudah merenggut puluhan ribu nyawa, sebagian besar rakyat sipil, sejak beberapa puluhan tahun terakhir.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Pada Agustus 2019, pemerintahan nasionalis Hindu yang dipimpin Modi mencabut status otonomi Kashmir, menjadikan wilayah subur dan indah itu kini berada dalam genggaman langsung New Delhi.

Editor : Anton Suhartono