Prancis Mulai Terapkan Jam Malam Covid-19 Sebulan, 20 Juta Warga Terdampak
Penerapan jam malam dikritik para pelaku usaha yang mengandalkan pendapatan dengan beroperasi malam hari. Seorang pengelola restoran, Gerard, mengatakan, jam malam tak akan berpengaruh besar mencegah penularan Covid-19.
"Tutup pada pukul 21.00 tidak akan berpengaruh (pada wabah). Mereka tidak melakukannya dengan cara yang benar," kata manajer restoran Toulouse itu, dikutip dari AFP.
Sementara itu pemerintah bersikeras jam malam merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan di sisi lain menghindari lockdown.
Otoritas kesehatan Prancis pada Jumat mengonfirmasi penambahan harian lebih dari 25.000 kasus infeksi dengan 178 korban meninggal.
Jam malam akan berlangsung setidaknya 4 pekan, namun bisa diperpanjang jika wabah tidak mereda. Presiden Emmanuel Macron menyebut jam malam bisa berlaku hingga 1 Desember 2020.
Editor: Anton Suhartono