Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prancis Rusuh! Butik Mewah dan Toko Ponsel Dijarah, Kantor Pemerintah Dibakar
Advertisement . Scroll to see content

Prancis Rusuh, Demonstrasi Menjalar ke Belgia hingga Italia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:51:00 WIB
Prancis Rusuh, Demonstrasi Menjalar ke Belgia hingga Italia
Gelombang demonstrasi diwarnai kerusuhan melanda Prancis dan menjalar ke sejumlah negara Eropa, termasuk Belgia, Portugal, dan Italia (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

PARIS, iNews.id - Gelombang demonstrasi yang diwarnai kerusuhan melanda Prancis dan menjalar ke sejumlah negara Eropa, termasuk Belgia, Portugal, dan Italia. Massa turun ke jalan untuk memprotes melonjaknya biaya hidup, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta persoalan layanan publik.

Di Prancis, demonstrasi pada Sabtu (17/10/2026) melibatkan ratusan ribu orang, terdiri atas pelajar dan mantan aktivis gerakan rompi kuning. Aksi yang berlangsung di puluhan kota itu berubah menjadi kerusuhan, diwarnai bentrokan dengan polisi, penjarahan toko, pembakaran kendaraan, hingga perusakan gedung pemerintah.

Kerusuhan juga terjadi di negara-negara Eropa lainnya. Di Belgia, sejumlah demonstran terlibat bentrokan dengan polisi. Sementara itu, di Italia, aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa setelah demonstrasi menentang tingginya biaya hidup berubah menjadi kekacauan.

Di Portugal, puluhan ribu orang berunjuk rasa di Lisbon untuk memprotes mahalnya perumahan dan biaya hidup lainnya. Adapun di Albania, demonstrasi memasuki hari kelima dengan tuntutan pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama, di tengah kemarahan masyarakat terhadap korupsi, minimnya lapangan kerja, dan buruknya standar pendidikan.

Kerusuhan Meluas di Prancis

Prancis menjadi pusat gelombang demonstrasi yang berlangsung pada Sabtu. Ratusan ribu orang turun ke jalan untuk menentang kenaikan biaya hidup dan penurunan layanan publik. Namun, sejumlah kelompok perusuh memanfaatkan situasi untuk melakukan kekerasan dan penjarahan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut