Prancis Rusuh, Demonstrasi Menjalar ke Belgia hingga Italia
Di Limoges, balai kota dibakar. Sementara itu, di Marseille, demonstran berpakaian hitam menerobos masuk ke balai kota dan merusak bangunan dengan grafiti bernuansa anarkistis. Di Lyon, massa membakar kantor pariwisata kota.
Di Paris, para perusuh berusaha menerobos masuk ke gerai Galeries Lafayette. Mereka juga menjarah toko pakaian Lacoste dan butik-butik lainnya, menghancurkan bank, serta merampok gerai telepon seluler SFR. Sejumlah kendaraan turut dibakar.
Polisi menembakkan gas air mata di beberapa bagian Paris untuk menghadapi demonstran yang sebagian besar masih muda. Banyak peserta aksi mengenakan pakaian hitam, hoodie, masker, dan kacamata untuk melindungi diri dari gas air mata.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menegaskan pemerintah tidak akan menyerah pada intimidasi. Dia menyalahkan kerusuhan tersebut kepada kelompok sayap kiri ekstrem dan para pelaku kriminal, terutama menjelang pemilihan presiden (pilpres).
“Kepada mereka yang jelas-jelas ingin menggunakan kekerasan ini sebagai ‘pemanasan’ sebelum pemilihan presiden, saya sampaikan dengan tegas: Kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi. Tidak seorang pun bisa memaksakan agenda politik mereka melalui kekerasan,” tulis Lecornu di media sosial X.