Presiden Maduro: Rakyat Venezuela Siap Perang Lawan Amerika
“Kami tidak akan tunduk pada intimidasi. Venezuela akan melawan,” katanya.
Pemerintah Venezuela juga telah melakukan mobilisasi besar-besaran, melibatkan personel militer dan warga sipil untuk menghadapi potensi serangan AS. Karakas menyebut pengerahan kekuatan AS sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.
Pasukan AS kini hadir dalam jumlah signifikan di kawasan. Gugus tempur kapal induk Gerald R Ford membawa 4.000 personel militer, puluhan pesawat tempur taktis, serta didukung kapal perang dan kapal selam tambahan.
Secara keseluruhan, 12.000 personel Angkatan Laut dan Marinir AS terlibat dalam operasi besar bernama Operation Southern Spear itu.
AS Klaim Perang Narkoba, Venezuela Sebut Dalih Politik
Departemen Pertahanan (Pentagon) berdalih bahwa pengerahan tersebut bertujuan menghentikan aliran narkoba ke AS. Namun Venezuela menyebut tuduhan itu dibuat-buat, apalagi Washington tak memberikan bukti kuat.
Sejumlah pakar hukum internasional juga menuding operasi militer AS di Karibia, yang telah menewaskan sekitar 80 orang dalam 20 serangan, sebagai bentuk extrajudicial killing atau eksekusi di luar hukum.
Maduro melihat operasi kapal induk itu sebagai langkah awal menuju intervensi militer. Dugaan ini diperkuat oleh informasi dari Gedung Putih bahwa pejabat pemerintahan Trump telah menggelar tiga pertemuan pekan lalu untuk membahas beberapa opsi untuk menyerang Venezuela.
Editor: Anton Suhartono