Presiden Putin Tuduh Barat Ingin Jerumuskan Rusia ke dalam Perang
Rusia telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan Ukraina. Negara-negara Barat pun mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa Putin mungkin berencana untuk menyerang Ukraina.
Rusia menyangkal kecurigaan Barat itu. Akan tetapi, Moskow juga menyatakan pihaknya dapat saja mengambil tindakan militer yang tidak ditentukan sewaktu-waktu, kecuali tuntutan keamanan Rusia dipenuhi oleh Barat. Salah satu tuntutan Rusia itu adalah, NATO jangan lagi memperluas pengaruh militernya ke negara-negara bekas Uni Soviet.
Kremlin ingin Barat menghormati perjanjian yang diteken pada 1999, bahwa tidak ada negara yang dapat memperkuat keamanannya sendiri dengan mengorbankan orang lain. Menurut Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, persoalan inilah yang menjadi inti krisis sebenarnya dalam hubungan negaranya dengan Ukraina.
Editor: Ahmad Islamy Jamil