Presiden Taiwan Saksikan Latihan Perang Pencegatan Serangan China dari Laut dan Udara
SUAO, iNews.id - Taiwan pekan ini menggelar serangkaian latihan sebagai antisipasi serangan China. Jika pada Senin kemarin penduduk di berbagai kota dilibatkan dalam simulasi serangan rudal, hari ini giliran kapal perang dan jet-jet tempur yang unjuk kemampuan.
Presiden Tsai Ing Wen bahkan menyaksikan langsung latihan dari kapal perang Angkatan Laut Taiwan. Ini merupakan kali kedua Tsai mengawasi lansung latihan dari atas kapal sejak 6 tahun atau dua kali menjabat presiden. Pada kesempatan itu dia memuji peran militer dalam mempertahankan wilayah, baik di laut maupun udara.
Tsai memantau dari kapal perusak kelas Kidd AS yang telah dinonaktifkan di perairan Kota Suao. Dia terlihat mengenakan seragam militer dan menyapa para pasukan.
"Latihan luar biasa barusan menunjukkan kemampuan dan tekad tentara Republik China (nama resmi Taiwan) untuk membela negara. Mari kita bersama-sama terus menjaga tanah air. Kerja bagus," kata Tsai, kepada para tentara.
Latihan tahun bernama "Han Kuang" itu mensimulasikan pencegatan terhadap pasukan musuh yang berusaha memasuki wilayah.
Sebanyak 20 kapal perang, termasuk fregat dan kapal perusak, dilibatkan. Mereka menembakkan peluru untuk mencegat dan menyerang musuh di lepas pantai timur laut Taiwan. Di saat bersamaan, jet-jet tempur F-16 dan Ching-kuo buatan dalam negeri dikerahkan untuk melakukan serangan udara.
Latihan selama 5 hari tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran upaya China menyerang Taiwan. Pada Senin kemarin, China memperingatkan para pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa negaranya akan menggunakan kekuatan militer jika Ketua DPR Nancy Pelosi berkunjung ke wilayah itu.
China menganggap Taiwan sebagai bagian provinsinya dan tak segan-segan akan menggunakan kekerasan untuk merebutnya kembalui. Sementara itu Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan bersumpah akan mempertahankan sistem demokrasi.
AS tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, namun UU negara itu mengamanatkan untuk membantu wilayah itu mempertahankan diri dengan berbagai sarana, termasuk persenjataan.
Selain simulasi serangan udara dan serangan terhadap penysup musuh, latihan tahun ini juga mensimulasikan pertempuran kota yang dilakukan pasukan cadangan serta pengiriman jet tempur ke bunker di pegunungan daerah terpencil pantai timur guna menahan serangan rudal China.
Editor: Anton Suhartono