Presiden Xi Jinping Ingin Anak-Anak Muda Hong Kong Pindah ke China Daratan

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:03 WIB
Presiden Xi Jinping Ingin Anak-Anak Muda Hong Kong Pindah ke China Daratan

Presiden China, Xi Jinping. (Foto: AFP)

SHENZHEN, iNews.id – Presiden Xi Jinping menyeru agar anak-anak muda Hong Kong pindah ke China daratan. Rencana tersebut menjadi bagian dari langkah-langkah Beijing untuk mengintegrasikan wilayah semiotonom itu dengan China daratan, menyusul protes massal yang dipimpin para mahasiswa Hong Kong, tahun lalu.

Xi berdalih, seruan kali ini ditujukan untuk memperdalam rasa persatuan di kalangan anak-anak muda di Hong Kong, Makau, dan Provinsi Guangdong. “Ini akan meningkatkan rasa memiliki tanah air kaum muda,” kata presiden China itu dalam pidatonya di Shenzhen, Rabu (14/10/2020), dilansir Bloomberg.

Menurut dia, China harus memanfaatkan sepenuhnya platform penting kerja sama Guangdong-Hong Kong-Makau, menarik lebih banyak orang muda dari Hong Kong dan Makau untuk belajar, bekerja dan tinggal di China daratan. Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, tampak berada di antara peserta yang hadir dalam penyampaian pidato Xi hari ini.

Sejumlah kelompok bisnis telah menyatakan keprihatinan mereka atas status otonomi Hong Kong pascapemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan Xi sejak Juni lalu. Undang-undang yang dimaksudkan untuk membungkam kebebasan berbicara di kota bekas jajahan Inggris itu muncul tatkala Hong Kong tengah berusaha menghidupkan kembali perekonomian mereka yang terpukul akibat kerusuhan dan pandemi Covid-19.

Kawasan Ekonomi Khusus Shenzhen yang dibentuk sejak 1980, bertujuan untuk menyatukan kota-kota di daratan utama China dengan Hong Kong dan Makau. Proyeksi akhirnya, kawasan itu mampu membangun kekuatan regional yang menyaingi Silicon Valley di AS sebagai pusat inovasi dan teknologi global.

Pidato Xi hari ini juga mendorong kerja sama keseluruhan dalam konsep “Satu China”.

“Kami juga harus terus mendorong dan membimbing rekan-rekan kami di Hong Kong, Makau, dan Taiwan, serta orang-orang China perantauan untuk memainkan peran penting mereka dalam investasi, kewirausahaan, dan keterbukaan dua arah. Dengan begitu, mereka dapat memberikan kontribusi baru untuk pengembangan khusus zona ekonomi,” katanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil