Pria China Dinyatakan Tak Bersalah setelah Dipenjara Hampir 30 Tahun

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:11 WIB
Pria China Dinyatakan Tak Bersalah setelah Dipenjara Hampir 30 Tahun

Seorang pria di China dinyatakan tidak bersalah setelah dipenjara selama hampir 30 tahun (foto: AFP)

NANCHANG, iNews.id - Seorang pria di China dibebaskan setelah dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pembunuhan yang sempat membuatnya mendekam di dalam penjara selama 27 tahun. Ini menjadi salah satu catatan terburuk kegagalan peradilan dalam sejarah negeri Tirai Bambu.

Zhang Yuhan dibebaskan pada Selasa (4/8/2020) kemarin setelah Mahkamah Agung Rakyat di Provinsi Jiangxi timur memutuskan dia tidak bersalah atas dasar kurangnya bukti yang menguatkan. Demikian media pemerintah China, Global Times melaporkan pada Jumat (7/8/2020).

Keputusan bebas tersebut didapatkan Zhang setelah melewati serangkaian proses banding panjang yang sudah dilakukannya sejak awal tahun 2000-an.

Pada 1993, Zhang ditangkap polisi kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, atas tuduhan pembunuhan seorang bocah laki-laki. Zhang dijatuhi hukuman mati pada 1995 dengan penangguhan hukuman selama dua tahun, yang berarti hukuman matinya akan diubah menjadi hukuman seumur hidup jika dia tidak melakukan kejahatan lain dalam rentang waktu tersebut.

Zhang yang merasa tak bersalah kemudian mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggi. Dalam pernyataan banding, Zhang menuturkan di depan pengadilan bahwa dirinya mendapat penyiksaan selama ditahan polisi.

Dilaporkan China Daily, pengadilan tinggi memerintahkan agar dilakukan sidang ulang atas kasus tersebut. Namun, itu tak pernah terjadi sampai November 2001. Keputusan berbeda dikeluarkan pengadilan menengah Provinsi Jiangxi yang menguatkan putusan semula dan menolak banding.

Upaya Zhang dan keluarganya tak berhenti sampai disitu, pada Maret 2019 Pengadilan Rakyat Tertinggi Jiangxi membuka kembali kasus tersebut berdasarkan pengajuan banding.

"Setelah kami meninjau materi, kami menemukan tidak ada bukti langsung yang dapat membuktikan tuduhan Zhang. Jadi, kami menerima saran jaksa dan menyatakan Zhang tidak bersalah," kata hakim Tian Ganlin.

Keputusan pengadilan membuat lega Zhang, pria yang kini berusia 53 tahun dapat mengajukan kompensasi dan rehabilitasi pada negara setelah kehilangan tahun-tahun terbaik dalam hidupnya, termasuk melewatkan momen pernikahan dua putranya.

"Tak ada kompensasi yang bisa menebus tuduhan bersalah yang menghancurkan saya dan keluarga saya, tetapi saya masih berharap mendapat kompensasi secepatnya untuk memperbaiki rumah dan merawat ibu saya," kata Zhang.

Editor : Arif Budiwinarto