Profil Sheikh Hasina, PM Bangladesh yang Lengser Keprabon: dari Sosok Prodemokrasi jadi Diktator Bengis
Sementara media-media arus utama Bangladesh, menurut para kritikus, dikendalikan Hasina untuk menyusun dan mempertahankan narasi terhadap para penentangnya. Sebagian besar media besar itu dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dengan Liga Awami.
PM Bangladesh Sheikh Hasina Dilaporkan Kabur ke India, Bakal Minta Suaka ke Inggris
Kontrol atas media memungkinkan Hasina untuk menggambarkan para pendukungnya sebagai pewaris sah warisan kemerdekaan negara dan pencapaiannya. Pada waktu bersamaan, dia bisa dengan leluasa menggambarkan para pembangkang dan anggota oposisi dari Partai Nasionalis Bangladesh dan Jamaat-e-Islami (Majelis Islam Bangladesh) sebagai sisa-sisa faksi pengkhianat dan "ekstremis".
Mantan Perdana Menteri dan pemimpin oposisi utama Bangladesh, Begum Khaleda Zia, dipenjara pada 2018 atas tuduhan korupsi. Sementara seorang tokoh terkemuka di Jamaat-e-Islami dieksekusi mati pada 2016.
PM Bangladesh Sheikh Hasina Mundur, Militer Ambil Alih Pemerintahan
Namun, Hasina membuat kesalahan fatal dengan melabeli mahasiswa yang memprotes reformasi kuota lapangan kerja sebagai "Razakar". Menurut kaum terpelajar di negara itu, tindakan sang perdana menteri sudah kelewat batas.
Di Bangladesh, "Razakar" adalah istilah yang sangat sensitif dan menyakitkan hati. Kata tersebut di satu sisi berarti relawan, namun merujuk pada para pendukung operasi militer Pakistan untuk meredakan perang pembebasan Bangladesh 1971 dan dituduh melakukan berbagai kejahatan keji.
Ngeri... Jumlah Korban Tewas Kerusuhan Bangladesh Capai 300 Orang
Selama konferensi pers pada 14 Juli, Hasina ditanya oleh wartaean tentang protes mahasiswa terhadap kuota pekerjaan yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu. Sebagai tanggapan, Hasina dengan nada meremehkan berkata, "Jika cucu para pejuang kemerdekaan tidak menerima manfaat (kuota) itu, siapa yang akan menerima? Cucu para Razakar?"