Provokasi China Meningkat Dua Kali Lipat, Taiwan: Kami Tidak Takut!

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 06 Oktober 2020 - 18:09:00 WIB
Provokasi China Meningkat Dua Kali Lipat, Taiwan: Kami Tidak Takut!
Taiwan akan menyerahkan daftar senjata yang dibutuhkan untuk menangkal ancaman China kepada Amerika Serikat. AS selama ini menjadi pemasok terbesar persenjataan Taiwan. (foto: AP)

TAIPEI, iNews.id - Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen menegaskan negaranya akan melawan setiap bentuk tekanan maupun provokasi yang dilakukan China. Taiwan tak gentar meskipun kekuatan militer meraka masih jauh di bawah Beijing.

Presiden Tsai mengeluarkan pernyataan tegas setelah menerima laporan dari Kementerian Pertahanan Taiwan mengenai intensitas keberadaan armada tempur China di wilayah Selat Taiwan sejak awal tahun ini.

Dalam laporan Kementerian Pertahanan Taiwan kepada parlemen, Angkatan Udara (AU) Taiwan sudah melakukan 4.132 kali pencegatan terhadap jet tempur Beijing sepanjang tahun 2020 berjalan. Jumlah itu naik 129 persen dibandingkan tahun lalu.

Bukan cuma jet tempur, militer China juga mengerahkan kapal perang lebih dari 7.500 kali sejak awal tahun ini, lebih banyak daripada 6.000 kapal perang Beijing yang ditugaskan memata-matai Taiwan pada 2019.

Para analis menilai taktik itu ditujukan untuk mendemoralisasi Taiwan serta terus memberikan tekanan pada negara pulau itu.

China mengklaim Taiwan yang menganut sistem demokrasi sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing menegaskan akan memakai cara apapun dalam upaya menyatukan Taiwan ke dalam satu pemerintahan China daratan.

"Dihadapkan dengan serangan dan intimidasi China, kami harus menunjukkan kayakinian kami untuk tidak menyerahkan satu inci pun wilayah kedaulatan kami," tegas Presiden Tsai dikutip dari AFP, Selasa (6/10/2020).

"Sejak tahun ini tentara komunis China sering terlibat dalam aksi dan provokasi militer yang menargetkan kami, untuk memunculkan tantangan yang lebih berat bagi pertahanan dan keamanan nasional kami," lanjutnya.

Sikap permusuhan Beijing terhadap Taiwan meningkat di bawa pemerintahan Presiden Xi Jinping, serta pascaterpilihnya Tsai Ing-wen sebagai presiden Taiwan.

Terpilihnya Tsai mendorong semakin banyak orang Taiwan yang menolak gagasan bahwa pulau itu adalah bagian dari satu China.


Editor : Arif Budiwinarto