Robert Mugabe, dari Seorang Guru Jadi Pemimpin Diktator
Selain itu Zanu-PF kerap melempar kritikan kepada militer, bahkan menuding pejabat senior militer Jenderal Constantino Chiwenga berkhianat dan menghasut untuk memberontak. Keputusan yang dibuatnya itu ternyata mengundang petaka.
Militer turun tangan dengan unjuk kekuatan serta mengepung kediaman Mugabe pada Rabu 15 November. Namun militer menepis tudingan kudeta dan menjamin Mugabe dalam kondisi aman. Dalih pengerahan tentara dan peralatan tempur secara besar-besaran itu untuk menangkap pelaku kriminal di sekitar kediaman presiden.
Sejak Rabu, militer memilih pendekatan negosiasi dengan presiden, ketimbang mengerahkan pasukan. Permintaannya satu, Mugabe harus mengundurkan diri. Tapi tekanan militer tak cukup membuatnya bergeming.
Pada Sabtu 19 November, puluhan ribu rakyat Zimbabwe memenuhi jalanan Harare untuk menyerukan agar Mugabe mundur. Demonstrasi itu mendapat dukungan militer dan Partai Zanu-PF. Keesokan harinya, partai resmi memecat Mugabe sebagai pemimpin. Dia semakin ditinggalkan oleh orang-orang dekatnya.
Setelah memimpin selama 37 tahun, sang diktator akhirnya menyatakan mundur pada 21 November 2017. Surat pengunduran dirinya dibacakan oleh ketua parlemen, tidak oleh Mugabe sendiri.
Editor: Anton Suhartono