RS di Pakistan Diserang Ratusan Pengacara Sebabkan 3 Pasien Meninggal, PM Imran Khan Geram

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 14:03 WIB
RS di Pakistan Diserang Ratusan Pengacara Sebabkan 3 Pasien Meninggal, PM Imran Khan Geram

Polisi menangkap seorang pengacara yang menyerang RS Institut Kardiologi Pakistan (Foto: AFP)

ISLAMABAD, iNews.id - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan geram terkait meninggalnya tiga pasien di RS Institut Kardiologi Pakistan (PIC), Lahore Provinsi Punjab, setelah ratusan pengacara menyerang fasilitas, Rabu (11/12/2019).

Tiga pasien tersebut sedianya akan menjalani operasi jantung, namun tak bisa dilaksanakan karena sekitar 250 pengacara mengamuk dengan menyerang dokter serta merusak fasilitas rumah sakit.

PM Imran Khan memerintahkan kepada pejabat Pemerintah Provinsi Punjab untuk menindak tegas para pelaku penyerangan, seperti dikutip dari KT, Jumat (13/12/2019).

Polisi sudah mendaftarkan dua kasus kriminal terhadap 250 pengacara itu atas tuduhan penyerangan dan perusakan fasilitas. Satu laporan FIR didaftarkan pada Kamis seorang pejabat rumah sakit terhadap semua penyerang dan satu lagi dilayangkan oleh masyarakat umum terhadap sekitar 15 pengacara.

Menteri Kesehatan Punjab Yasmeen Rashid mengatakan, ketiga pasien yang meninggal seharusnya menjalani operasi segera akibat gangguan jantung, namun para dokter tidak dapat melakukan tindakan sesuai waktunya.

Sebanyak 250 pengacara itu menyerang terkait masalah berkelanjutan dengan para dokter PIC. Mereka juga membakar beberapa mobil dokter. Bahkan Menteri Informasi Punjab Fayaz Al Hasan Chohan yang tiba di rumah sakit untuk menengahi konflik ini ikut dianiaya oleh gerombolan pengacara.

Stasiun televisi swasta menunjukkan tayangan secara live ada beberapa pengacara mengacungkan pistol dan melepaskan tembakan ke udara.

Insiden ini dipicu oleh beredarnya rekaman video di mana beberapa dokter mencemooh para pengacara. Tak disebutkan apa yang melatarbelakangi para dokter mengejek pengacara.


Editor : Anton Suhartono