Rusia Tawarkan Vaksin Covid-19 Sputnik V ke Indonesia, Bagaimana Respons Pemerintah?

Antara ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:46 WIB
Rusia Tawarkan Vaksin Covid-19 Sputnik V ke Indonesia, Bagaimana Respons Pemerintah?

Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobeiva. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.idRusia beberapa waktu lalu telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 bernama Sputnik V. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, Lembaga Dana Investasi Rusia (RDIF) menawarkan vaksin tersebut ke Indonesia.

“Penawaran Sputnik V ini masuk dalam investasi maupun percobaan uji klinis,” ujar Vorobieva dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Menurut dia, RDIF akan bekerja sama dengan Indonesia dalam penjualan maupun distribusi saat uji tahap klinis rampung. Lembaga tersebut juga siap untuk mengadakan uji klinis di Indonesia dan membuat beberapa komponen vaksin itu.

Dia mengungkapkan, proposal penawaran vaksin tersebut sudah dikirimkan ke Pemerintah Indonesia. “Namun, pihak Indonesia belum memberikan respons pasti terkait tawaran Sputnik V, vaksin Covid-19 dari Rusia,” kata Dubes Vorobieva.

Dia memperkirakan harga Sputnik V bisa 2-3 kali lebih murah daripada vaksin lain. Dubes perempuan itu juga mengklaim, Sputnik V sangat aman untuk digunakan masyarakat umum.

Sputnik V adalah vaksin corona terdaftar pertama yang didasarkan pada ide terobosan dari kombinasi unik dua jenis vektor (Ad5 dan Ad26) yang memungkinkan untuk membentuk kekebalan jangka panjang.

“Gamaleya Institute menggunakan dua vektor adenovirus (sekelompok virus yang menyebabkan infeksi pernapasan), yaitu Ad5 dan Ad26. Sedangkan perusahaan-perusahaan farmasi lain hanya menggunakan satu vektor,” ucap Vorobieva.

Pendekatan tersebut diyakininya memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan perusahaan farmasi lain yang hanya menggunakan satu vektor. Selain itu, penggunaan teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin tersebut sudah dikembangkan lama dan bertahun-tahun.

Uji klinis Sputnik V tahap pertama dan kedua berhasil diselesaikan pada Juni-Juli lalu. Hasil uji klinis tahap pertama dan kedua pun dikatakan menjanjikan. “Karenanya, Rusia akan melanjutkan uji klinis tahap ketiga pada minggu depan,” kata Vorobieva.

Editor : Ahmad Islamy Jamil