Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang dengan AS dan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Satu Lagi Negara Muslim Disebut Akan Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem

Rabu, 09 September 2020 - 07:00:00 WIB
Satu Lagi Negara Muslim Disebut Akan Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem
Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Satu lagi negara muslim dilaporkan akan membuka kembali hubungan dengan Israel. Chad, negara Afrika tengah yang juga anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) disebut akan mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) yang baru-baru ini menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, delegasi Chad membahas kemungkinan pembukaan kedutaan besar (kedubes) di Yerusalem dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2020).

Delegasi Chad yang dipimpin Abdelkerim Idriss Deby, putra Presiden Idriss Deby Itno, bertemu pejabat Israel termasuk Netanyahu.

"Kami membahas penunjukan duta besar dan pembukaan misi diplomatik, termasuk kemungkinan membuka kedutaan besar di Yerusalem," kata Netanyahu, dalam cuitan, seperti dikutip AFP, Rabu (9/9/2020).

Saat berkunjung ke Chad pada 2019 Netanyahu mengumumkan pembaruan hubungan dengan negara miskin tersebut setelah 47 tahun vakum.

Dia belakangan ini menggencarkan negosiasi untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab dan muslim, serta mendorong pengakuan internasional lebih luas bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel.

Upaya Netanyahu itu dimulai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, langkah yang ditolak komunitas internasional termasuk Uni Eropa dan PBB.

Israel menyebut Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak bisa terbagi, padahal sesuai kesepakatan internasional, status wilayah itu harus diputuskan melalui negosiasi melibatkan Palestina, bukan diakui sepihak.

Sebelumnya Serbia mengumumkan akan memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menjadi negara Eropa pertama yang mengikuti langkah AS.

Kabar yang lebih mengejutkan, Kosovo, negara mayoritas berpeduduk muslim bekas bagian dari Serbia, mengumumkan akan membuka kantor misi di Yerusalem.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut