Saudi Masih Tahan 8 Tersangka Korupsi sejak Penangkapan Besar-besaran

Anton Suhartono ยท Sabtu, 06 Oktober 2018 - 11:39 WIB
Saudi Masih Tahan 8 Tersangka Korupsi sejak Penangkapan Besar-besaran

Mohammed bin Salman (Foto: AFP)

ABU DHABI, iNews.id - Pemerintah Arab Saudi masih hingga saat ini menahan delapan orang terkait tuduhan korupsi.

Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammed bin Salman selaku ketua komite anti-korupsi melakukan penangkapan besar-besaran terhadap ratusan anggota keluarga kerajaan, pejabat, serta pengusaha Saudi sejak November 2017.

Mereka ditahan di penjara termewah di dunia yakni Hotel Ritz-Carlton Riyadh. Fungsi hotel diubah menjadi tahanan untuk menampung ratusan orang.

Sebagian besar dari mereka lalu dibebaskan pada Januari setelah membayar uang kerugian negara, termasuk taipan yang pernah masuk dalam daftar 100 besar orang terkaya di dunia versi Forbes, Alwaleed bin Talal.

Dari ratusan orang yang ditahan itu, kini tersisa hanya delapan orang. Mereka menolak membayar uang kerugian negara dan diseret ke pengadilan.

Muhammed bin Salman mengatakan, pemerintah sejauh ini telah menerima transfer 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp530,4 triliun (kurs saat ini) dari ratusan tersangka. Sebanyak 40 persen di antaranya dalam bentuk uang dan 60 persen berwujud aset. Jumlah itu masih jauh dari target dana yang dikembalikan ke nagara yakni 100 juta dolar.

Dia memperkirakan semua dana itu akan kembali dalam beberapa tahun.

"Kami kira akan terselesaikan dalam dua tahun, mungkin," kata Muhammed, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (6/10/2018).

Pada Januari lalu, Kejaksaan Agung Arab Saudi menyatakan total yang ditangkap dalam kampanye antikorupsi hingga saat itu mencapai 381 orang. Disebutkan pula, uang pengembalian dari seluruh tersangka bisa mencapai 400 miliar riyal atau sekitar Rp1.616 triliun. Pangeran Alwaleed kemungkinan menjadi tersangka dengan pengembalian dana terbanyak, berdasarkan jumlah kasus yang dituduhkan kepadanya.

Editor : Anton Suhartono