Saudi: Pangeran Mohammed bin Salman Tak Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Nathania Riris Michico ยท Senin, 22 Oktober 2018 - 08:28 WIB
Saudi: Pangeran Mohammed bin Salman Tak Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. (Foto: AP)

RIYADH, iNews.id - Diplomat utama Saudi menegaskan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sama sekali tidak mengetahui "operasi kejahatan" yang berakhir dengan pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Dia juga mengatakan kerajaan tidak tahu apa yang terjadi pada tubuh Khashoggi setelah kematiannya.

"Putra mahkota tidak mengetahui (operasi) ini. Bahkan pimpinan senior dinas intelijen kami tidak mengetahui hal ini. Ini merupakan operasi kejahatan," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al Jubeir, dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilaporkan CBS, Senin (22/10/2018).

"Kami ingin memastikan kami tahu apa yang terjadi dan kami ingin memastikan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban."

Para pejabat Saudi berulang kali mengklaim bahwa Khashoggi, kolumnis The Washington Post, meninggalkan konsulat di Istanbul pada 2 Oktober, meskipun tidak ada bukti dia keluar dari gedung itu.

Pada Jumat (19/10/2018), kerajaan untuk pertama kalinya mengakui Khashoggi terbunuh di dalam pertikaian di kantor konsulat Saudi. Sebanyak 18 warga negara Saudi ditahan dan lima pejabat intelijen top dipecat karena peran mereka yang dicurigai dalam operasi itu.

Al Jubeir mengatakan, saat ini kerajaan masih menyelidiki kasus tersebut dan menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai kesalahan besar. Dia kembali menegaskan, putra mahkota berusia 33 tahun tak pernah memerintahkan membunuh Khashoggi.

"Ada praduga tak bersalah sampai terbukti bersalah. Sayangnya dalam hal ini, orang-orang telah memutarbalikkan faktanya," kata Al Jubeir.

Dia mengklaim orang-orang yang melakukan operasi bukan orang-orang yang terkait erat dengan Pangeran Mohammed.

"Mereka membuat kesalahan dan mereka mencoba untuk menutupi itu," tegasnya.

Saat ditanya apakah tubuh Khashoggi dipotong-potong, Al Jubeir mengatakan para peneliti Saudi masih menyelidiki hal itu bersama Turki.

"Kami menemukan bahwa dia dibunuh di konsulat. Kami tidak tahu dalam hal rinciannya bagaimana. Kami tidak tahu di mana mayat itu," kata dia.

Pemerintah Saudi akhirnya mengakui jurnalis kawakan Jamal Khashoggi tewas dibunuh dalam pertikaian di kantor konsulat di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Saudi baru mengumumkan tewasnya kontributor The Washington Post itu dua pekan setelah dikabarkan hilang.

Editor : Nathania Riris Michico