Selundupkan Cula dan Gading, 2 Warga Kongo Diciduk di AS

Umaya Khusniah ยท Selasa, 09 November 2021 - 11:44:00 WIB
Selundupkan Cula dan Gading, 2 Warga Kongo Diciduk di AS
Dua orang dari Kongo ditangkap di AS karena penyelundupa cula dan gading. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Dua orang dari Republik Demokratik Kongo ditangkap di Amerika Serikat (AS). Keduanya didakwa atas dugaan memperdagangkan gading gajah dan cula badak putih dari Kongo ke Seattle. 

Herdade Lokua (23) dan Jospin Mujangi (31) dari Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, ditangkap pada 3 November di luar Seattle. Pada 4 November, dewan juri federal mendakwa mereka atas persekongkolan, pencucian uang, penyelundupan dan pelanggaran hukum untuk perdagangan. 

" Lokua dan Mujangi bekerja dengan seorang perantara untuk menyelundupkan empat paket ke Amerika Serikat," tulis keterangan Kementerian Kehakiman.

Pada Agustus dan September 2020, para terdakwa diduga melancaekan tiga pengiriman berisi total sekitar 49 pon gading melalui angkutan udara ke Seattle. Pada bulan Mei, mereka diduga mengirim paket lain berisi sekitar lima pon cula badak.

Seorang pembeli membayar terdakwa 14.500 dolar AS untuk gading dan 18.000 dolae AS untuk cula. Menurut dakwaan, Lokua dan Mujangi juga menjual 55 pon sisik trenggiling ke pembeli AS tetapi akhirnya tidak mengirimkannya.

Organisasi Margasatwa Dunia mengatakan daging trenggiling dianggap sebagai makanan lezat. Sementara sisiknya digunakan dalam pengobatan tradisional China. Akibatnya hewan mamalia ini menjadi salah satu yang paling banyak diperdagangkan di dunia.

Keduanya membahas pengiriman gading, cula badak, dan sisik trenggiling yang lebih besar melalui kontainer transporrtasi laut. Pada 2 November, mereka tiba di Washington untuk merundingkan rincian kesepakatan semacam itu. Namun mereka keburu ditangkap di Edmonds. 

Sayang, Reuters tidak bisa segera menghubungi perwakilan Lokua dan Mujangi.

Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara untuk tuduhan penyelundupan dan pencucian uang. Selain itu juga ancaman hukuman lima tahun untuk konspirasi dan pelanggaran Lacey Actm 

Lacey Act melarang, antara lain, memberi label palsu pada pengiriman yang berisi satwa liar.

Editor : Umaya Khusniah

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda