Seorang Pria Dibakar saat Demonstrasi di Hong Kong, Korban Kritis

Anton Suhartono ยท Senin, 11 November 2019 - 16:26 WIB
Seorang Pria Dibakar saat Demonstrasi di Hong Kong, Korban Kritis

Pria berjalan di depan barikade yang dibakar di depan Politeknik Hong Kong (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Ekskalasi unjuk rasa di Hong Kong meningkat setelah meninggalnya seorang mahasiswa demonstran pada Jumat lalu. Pria bernama Alex Chow sempat dirawat selama 5 hari di Rumah Sakit Queen Elizabeth akibat terjatuh dari gedung parkir setelah ditembaki menggunakan gas airmata.

Massa kembali menggelar unjuk rasa pada Senin (11/11/2019). Protes kali ini diwarnai penembakan polisi terhadap dua demonstran dari jarak dekat di Distrik Sai Wan Ho. Aksi polisi itu terekam video dan beredar luas di dunia maya.

Ada satu lagi video yang menjadi viral yakni seorang pria berkaus hijau dibakar oleh massa demonstran di tempat berbeda yakni Distrik Ma On Shan.

Pria yang diduga warga China daratan itu sempat beradu argumen dengan massa demonstran yang mengenakan kaus hitam. Di tengah perdebatan itu seorang pria melempar cairan lalu menyulutkan api.

Korban terlihat berusaha melepas kausnya agar tak ikut terbakar, namun dia mengalami luka serius di wajah.

Juru bicara RS Authority, tempat korban dirawat, mengatakan pasien dirujuk ke RS Prince Wales, yang berada di area tertutup.

"Kondisinya kritis," kata juru bicara RS Authority, dikutip dari AFP.

Sementara itu juru bicara kepolisian Hong Kong mengaku sudah menerima laporan tersebut dan sedang menyelidiki kasus ini.

Video tersebut menjadi viral setelah dirilis media milik pemerintah China Global Times di akun Twitter dengan caption, "Perusuh berpakaian hitam di #HongKong membakar seorang penduduk di Ma On Shan pada Senin, polisi Hong Kong mengonfirmasi kepada Global Times."

Tak diketahui pasti apa yang menjadi pemicu pertengkaran antara pria berkaus hijau itu dengan demonstran. Namun dari percakapan diketahui, pria berkaus hijau mengkritik orang-orang yang bersimpati kepada gerakan prodemokrasi Hong Kong.

Dia berkata, "Tidak seorang pun dari Anda orang China."

Salah satu demonstran lalu berteriak, "Kembalilah ke Greater Bay Area", merujuk pada wilayah terdekat ke China daratan.


Editor : Anton Suhartono