Sosok Pembawa Pertama Virus Corona di Cluster Pasar Induk Beijing Terungkap

Anton Suhartono ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 14:27 WIB
Sosok Pembawa Pertama Virus Corona di Cluster Pasar Induk Beijing Terungkap

Pria bermarga Tong diketahui sebagai patient zero virus corona di pasar induk Beijing (Foto: Beijing TV)

BEIJING, iNews.id - Sosok orang yang pertama kali membawa virus corona di cluster Pasar Xinfadi, Beijing, China, atau ‘patient zero’ terungkap. Dia merupakan pria 52 tahun yang berbelanja ikan di pasar induk daging, sayur, dan buah-buahan itu pada awal Juni lalu.

Laporan media massa China mengungkap, pria tersebut bermarga Tang. Dia merupakan orang pertama yang didiagnosis terinfeksi virus corona. Hingga kini setidaknya 157 orang sudah terjangkit di Beijing, sebagian besar terkait dengan cluster pasar Xinfadi.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Beijing TV dari rumah sakit, Tong mengaku jatuh sakit setelah mengunjungi pasar Xinfadi pada 3 Juni.

“Saya pergi membeli ikan. Anak-anak saya ingin makan ikan. Saya pun membelinya dan kemudian terinfeksi,” kata Tong, seperti dilaporkan kembali The Sun, Jumat (19/6/2020).

Setelah mengeluh tak enak badan, Tong pergi ke rumah sakit pada Rabu pekan lalu hingga akhirnya dipastikan terjangkit virus itu pada keesokan harinya.

Tong pun menjadi orang pertama dengan kasus Covid-19 setelah ibu kota China tersebut 57 hari terbebas dari penambahan korban baru.

Sementara itu otoritas kesehatan Beijing menggalakkan pengetesan virus corona kepada warga. Sejauh ini lebih dari 350.000 warga Beijing sudah menjalani tes.

Selain itu otoritas juga memberlakukan lockdown di sebagian wilayah Beijing yang berdampak pada 21 juta warga.

Para pejabat wilayah tak ingin Beijing menjadi sumber gelombang kedua virus corona.

Meski demikian, kasus baru corona sebenarnya sudah ada di Beijing sejak April, jauh sebelum cluster pasar Xinfadi, melibatkan orang dengan gejala ringan atau tak mengalami gejala sama sekali.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China Gao Fu mengatakan, pembawa Covid-19 bisa saja masuk ke jaringan ini.

"Banyak kasus tanpa gejala atau hanya mengalami gejala ringan terdeteksi dalam wabah ini. Itulah sebabnya komunitas bisa memiliki jumlah kasus seperti itu," katanya.

Editor : Anton Suhartono