China Temukan 2 Los di Pasar Xinfadi Beijing Sangat Terkontaminasi Covid-19

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 21:54 WIB
China Temukan 2 Los di Pasar Xinfadi Beijing Sangat Terkontaminasi Covid-19

Sejumlah polisi China berjaga di depan gerbang masuk Pasar Induk Xinfadi di Kota Beijing. Pasar itu ditutup menyusul temuan klaster baru wabah virus corona di sana. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.idChina mengklaim telah menemukan dua bagian atau los di Pasar Induk Xinfadi Beijing sebagai tempat yang sangat terkontaminasi oleh virus corona (Covid-19). Kedua bagian itu adalah los daging dan los makanan laut (seafood).

Di samping itu, otoritas setempat juga mencurigai suhu rendah dan kelembapan tinggi di kawasan itu mungkin telah menjadi faktor pendukung tumbuhnya virus tersebut.

Laporan awal tersebut disampaikan ketika para pejabat Beijing tengah berkutat menangani kebangkitan wabah Covid-19 di ibu kota Tiongkok itu selama sepekan terakhir. Kemunculan sejumlah kasus baru virus corona di Beijing kali ini diduga berkaitan erat dengan Pasar Xinfadi, yang menampung gudang-gudang grosir dan unit-unit perdagangan di area seluas hampir 160 kali lapangan sepak bola.

Wabah terbaru di Beijing telah menginfeksi lebih dari 100 orang dan menimbulkan kekhawatiran penularan yang lebih luas di China. Kendati demikian, otoritas Tiongkok mengklaim penanganan wabah tersebut masih dalam kendali mereka.

Di antara pasien Covid-19 yang bekerja di Pasar Xinfadi, sebagian besar melayani di toko-toko yang menjual makanan laut dan produk-produk akuatik, disusul oleh bagian yang menjual daging sapi dan kambing.

“Para pasien dari unit hidangan laut menunjukkan gejala infeksi Covid-19 lebih awal daripada yang lain,” ungkap kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Dr Wu Zunyou, Kamis (18/6/2020).

Suhu rendah yang mendukung kelangsungan hidup virus serta kelembapan yang tinggi dianggap menjadi alasan pasar makanan laut bisa menjadi sumber wabah. “(Kesimpulan) ini berdasarkan penilaian awal kami. Tapi penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan,” kata Dr Wu, seperti dilansir Reuters.

Laporan surat kabar yang dikelola Pemerintah China menyebutkan, virus corona pada klaster baru ini ditemukan di papan potong atau talenan yang digunakan untuk memotong ikan salmon impor di Pasar Xinfadi. Menyusul laporan itu, sejumlah supermarket besar di kota itu pun langsung menyingkirkan ikan salmon dari rak-rak mereka pada Sabtu (13/6/2020) lalu.

Pemerintah China juga telah menyetop impor ikan salmon dari negara-negara di Benua Eropa dan Amerika.

Editor : Ahmad Islamy Jamil