Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Sri Lanka Hati-Hati Setujui Pelarangan Burka

Selasa, 16 Maret 2021 - 17:31:00 WIB
Sri Lanka Hati-Hati Setujui Pelarangan Burka
Sri Lanka masih mempertimbangkan pelarangan burka bagi muslimah (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Duta Besar Pakistan Saad Khattak, dalam cuitan mengatakan, larangan burka hanya akan melukai perasaan umat Islam. 

Pelapor khusus PBB tentang kebebasan beragama, Ahmed Shaheed, menilai larangan itu tidak sesuai dengan hukum internasional serta hak kebebasan ekspresi beragama.

Pemakaian burka di Sri Lanka pernah dilarang sementara pada 2019 menyusul serangan bom Paskah di beberapa gereja serta hotel yang menewaskan lebih dari 260 orang. 

Dua kelompok lokal yang berjanji setia kepada ISIS disalahkan atas serangan di enam lokasi itu, yakni dua gereja Katolik Roma, satu gereja Protestan, dan tiga hotel berbintang.

Sri Lanka juga berencana menutup lebih dari 1.000 sekolah Islam dengan alasan tidak terdaftar dan tidak mengikuti kebijakan pendidikan nasional.

Jumlah muslim di Sri Lanka mencapai 9 persen dari total 22 juta penduduk. Mayoritas warga Sri Lanka atau 70 persen memeluk agama Budha. Disusul Hindu yang banyak dianut etnis Tamil, yakni sekitar 15 persen dari populasi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut