Stasiun TV Jepang Sebut Mantan Bos Nissan Ghosn Naik Kereta Cepat Sebelum Kabur ke Lebanon

Anton Suhartono ยท Senin, 06 Januari 2020 - 16:27 WIB
Stasiun TV Jepang Sebut Mantan Bos Nissan Ghosn Naik Kereta Cepat Sebelum Kabur ke Lebanon

Carlos Ghosn (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Media Jepang kembali mengungkap bagaimana mantan bos Nissan Carlos Ghosn, tersangka berbagai kasus kejahatan keuangan, meninggalkan negara itu menuju Lebanon.

Skenario awal menyebutkan, Ghosn, berstatus tahanan rumah sejak April 2019 setelah pengajuan jaminannya diterima pengadilan, disembunyikan di tas alat musik lalu dibawa ke bandara Kansai, Osaka, pada 29 Desember 2019. Dari Osaka, Ghosn terbang menggunakan pesawat pribadi menuju Istanbul, Turki, lalu ke Beirut, Lebanon.

Namun belakangan ada bukti lain bahwa pria 65 tahun itu tak disembunyikan di tas alat musik, melainkan pergi seorang diri dari rumahnya di Tokyo menuju Osaka.

Mengutip pihak yang terlibat dalam penyelidikan, stasiun televisi Nippon Television Network (NTV) melaporkan bahwa Ghosn naik kereta cepat shinkansen dari stasiun Shinagawa, Tokyo, pada 29 Desember.

Dia turun di sebuah stasiun di barat Osaka sekitar pukul 19.30 waktu setempat dan naik taksi ke hotel di dekat Bandara Kansai.

Dari sana sudah ada jet pribadi yang menunggu untuk membawanya ke Istanbul lalu berganti pesawat untuk menuju Beirut.

Laporan ini sesuai dengan laporan media lokal pada pekan lalu bahwa Ghosn tertangkap kamera keamanan meninggalkan rumahnya di Tokyo seorang diri di tengah hari 29 Desember.

Namun informasi pasti mengenai kepergiannya dari Jepang masih diselimuti misteri. Namun Kementerian Kehakiman Jepang memastikan tak ada dokumen imigrasi yang menunjukkan Ghosn meninggalkan Jepang.

"Diyakini dia menggunakan beberapa metode yang ilegal untuk meninggalkan negara. Saya menginstruksikan kepada imigrasi untuk memperketat proses keberangkatan," kata Menteri Kehakiman Masako Mori, dikutip dari AFP, Senin (6/1/2020).

Sebelumnya Wall Street Journal, mengutip sumber penyelidik di Turki, melaporkan, Ghosn memang melarikan diri dengan bersembunyi di tas alat musik.

Kementerian Perhubungan Jepang menyatakan, pemeriksaan bagasi tidak wajib bagi penumpang jet pribadi sehingga menjadi celah untuk membawa Ghosn keluar.

"Operator jet pribadi memutuskan apakah pemeriksaan bagasi diperlukan atau tidak, sementara operator penerbangan (komersial) diwajibkan melakukan pemeriksaan keamanan berdasarkan undang-undang penerbangan Jepang," kata seorang pejabat kementerian perhubungan.

"Pemeriksaan keamanan dilakukan untuk mencegah bahaya seperti bom, dan untuk mencegah pembajakan," katanya, seraya menambahkan bahwa risiko seperti lebih kecil terjadi untuk jet pribadi.

Anehnya meskipun tak ada dokumen imigrasi, Ghosn leluasa masuk Lebanon. Otoritas Lebanon mengungkap bahwa Ghosn masuk secara resmi. Pria yang memiliki tiga kewarganegaraan, yakni Brasil, Lebanon, dan Prancis itu, masuk Lebanon menggunakan paspor Prancis.


Editor : Anton Suhartono