Studi Perang: Kematian Warga Sipil Afghanistan Akibat Serangan Udara Naik Lebih dari 300 Persen

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 08 Desember 2020 - 13:41:00 WIB
Studi Perang: Kematian Warga Sipil Afghanistan Akibat Serangan Udara Naik Lebih dari 300 Persen
Studi perang memparkan temuan jumlah korban sipil yang tewas dalam serangan udara di Afghanistan meningkat lebih dari 300 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. (foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Hasil studi terbaru mengenai dampak perang Afghanistan menunjukkan angka mencengangkan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah korban sipil yang tewas akibat serangan udara meningkat lebih dari 300 persen. 

Lembaga studi perang, Costs of War Project, yang berbasis di Brown University menyatakan setidaknya 700 warga sipil jadi korban serangan udara tentara Amerika Serikat dan aliansinya sepanjang 2019. 

Sedangkan sejak 2017, jumlah warga sipil yang jadi korban perang militer AS serta tentara sekutu di Afghanistan meningkat 330 persen, demikian publikasi hasil studi yang dikutip dari BBC, Selasa (8/12/2020). 

Angka tersebut jadi yang tertinggi sejak pertama kali tentara AS menginvasi Afghanistan pasca-insiden serangan 9/11 yang menghancurkan Gedung WTC serta Pentagon di New York dan Washington DC. 

Peneliti mengatakan peningkatan serangan udara disebabkan semakin sedikitnya tentara AS di darat. Selain itu, nampaknya Washington berupaya memberikan tekanan lebih besar pada milisi Taliban untuks segera menyetujui kesepakatan damai. 

AS tarik pasukan, tentara Afghanistan kerap habisi warga sipil

AS mulai mengurangi serangan udara setelah mencapai kesepakatan dengan Taliban pada Februari 2020. Presiden Donald Trump juga berjanji akan mengurangi keberadaan tentara AS di Afghanistan. 

Editor : Arif Budiwinarto

Halaman : 1 2