Taipan Media Jimmy Lai Ditangkap Polisi Hong Kong, Begini Reaksi Barat

Antara ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 21:33 WIB
Taipan Media Jimmy Lai Ditangkap Polisi Hong Kong, Begini Reaksi Barat

Jimmy Lai. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.idInggris dan Uni Eropa menyoroti penangkapan terhadap taipan media Jimmy Lai oleh otoritas Hong Kong. Lai hari ini ditangkap atas tuduhan bersekongkol dengan pihak asing terkait konflik prodemokrasi di wilayah bekas jajahan Inggris itu.

“Ini adalah bukti lanjutan bahwa UU Keamanan Nasional digunakan sebagai dalih untuk membungkam oposisi. Otoritas Hong Kong semestinya menjunjung tinggi hak asasi dan kebebasan masyarakatnya,” kata Juru Bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Senin (10/8/2020).

Menurut laporan sejumlah media lokal Hong Kong, Jimmy Lai ditangkap pada pagi waktu setempat dengan tuduhan pelanggaran regulasi baru yang diberlakukan oleh Pemerintah China per 30 Juni lalu. Lai, yang lahir di China daratan dan merupakan pendiri surat kabar Apple Daily, menjadi salah satu aktivis prodemokrasi terkemuka di Hong Kong dan pengkritik keras pemerintah pusat Beijing.

“Kami sangat prihatin dengan penangkapan terhadap Jimmy Lai serta enam orang lainnya di Hong Kong. Kebebasan pers secara jelas dijamin dalam Deklarasi Bersama Sino-Inggris, juga Hukum Dasar, dan seharusnya dilindungi menurut Pasal 4 UU Keamanan Nasional,” ujar juru bicara itu menambahkan.

Senada dengan Inggris, Uni Eropa juga mendesak otoritas Hong Kong menghormati HAM dan kebebasan berekspresi di wilayah administratif khusus itu. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Komisi Eropa Urusan Luar Negeri, Peter Stano.

“Penangkapan terhadap Jimmy Lai, anggota keluarga, dan sejumlah orang lainnya, serta penggerebekan di kantor surat kabar Apple Daily, di bawah tuduhan kolusi dengan kekuatan asing menimbulkan ketakutan bahwa UU Keamanan Nasional digunakan untuk melumpuhkan kebebasan berekspresi dan kebebasan media di Hong Kong,” kata Stano.

“Uni Eropa mengingatkan bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental adalah aspek utama dari Hukum Dasar dan prinsip ‘Satu Negara, Dua Sistem’,” tulis Stano dalam keterangannya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil