Taiwan Kerahkan Napi untuk Bikin Masker Virus Korona
"Ketika datang menemui saya, mereka mengatakan sangat sulit untuk membeli masker. Saya bilang, 'Ayah sedang membuat masker di sini dan mungkin kalian bisa menggunakannya'," kata Yuh, dikutip dari AFP, Kamis (12/3/2020).
Taiwan Minta Dipisahkan dari China Soal Penghitungan Jumlah Korban Virus Korona
Keluargalah yang memotivasi Yuh untuk rajin membuat masker secara sukarela.
Pria yang sudah menjalani hukuman 10 tahun dari total 23 tahun terkait kasus narkoba dan kepemilikan senjata api itu merasa bangga bisa berkontribusi kepada masyarakat, meski hanya membuat masker.
"Masker kecil ini tidak hanya memungkinkan kami berkontribusi kepada masyarakat, tapi juga soal harga diri," katanya.
Setelah menjahit kain yang dicampur bahan lain, mereka dengan hati-hati memotong pakai gunting kecil sebelum menyetrika dan mengemasnya.
Penjara di Taiwan secara rutin mempekerjakan napi untuk membuat produk, seperti makanan, pakaian, dan sabun.
Program-program ini dibuat untuk memberikan keterampilan praktis kepada mereka serta mengumpulkan dana untuk kompensasi korban kejahatan, selain meningkatkan fasilitas lapas.
Di Taiwan, masker dijual dengan harga sekitar 25 dolar Taiwan atau sekitar Rp12.000 per potong. Dari penjualan itu, para napi dibayar dengan upah terbilang kecil, namun cukup untuk sekadar besenang-senang di penjara.
Editor: Anton Suhartono