Taiwan Memohon kepada China agar Mengurangi Ketegangan Militer dengan Dialog

Ahmad Islamy Jamil ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Taiwan Memohon kepada China agar Mengurangi Ketegangan Militer dengan Dialog

Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen. (Foto: AFP)

TAIPEI, iNews.id – Pemimpin Taiwan memohon kepada Presiden China, Xi Jinping, agar mengurangi ketegangan militer di kawasan. Taipei juga meminta Beijing memenuhi janji untuk “tidak pernah mencari hegemoni” setelah berbulan-bulan China meningkatkan serangan jet tempur di perairan laut Taiwan.

Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen mengatakan, masyarakat internasional merasa prihatin akan perluasan hegemoni China. Tsai lalu merujuk pada pidato Xi Jinping baru-baru ini di hadapan Majelis Umum PBB yang katanya akan memberikan Taiwan harapan baru.

“Saya juga sadar bahwa pemimpin di seberang Selat (Xi Jinping) telah secara terbuka menyatakan dalam pesan video kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, bahwa China tidak akan pernah mencari hegemoni, ekspansi, atau lingkup pengaruh. Kami berharap ini adalah permulaan untuk perubahan sejati,” ujar Tsai dalam pidatonya pada peringatan Hari Nasional Taiwan di Taipei, Sabtu (10/10/2020), dikutip AFP.

“Kami berkomitmen untuk menegakkan stabilitas lintas selat, tetapi ini bukan sesuatu yang dapat dipikul Taiwan sendirian, ini adalah tanggung jawab bersama kedua belah pihak,” katanya menambahkan.

Sikap permusuhan Beijing terhadap Taiwan telah meningkat secara dramatis di bawah kepemimpinan Xi Jinping. Pemimpin Tiongkok itu menganggap penyatuan Taiwan dengan China daratan sebagai sebuah keharusan. Beijing selama ini memang memandang Taiwan yang demokratis dan memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayah China.

Militer China telah menambah tekanan bahkan lebih kuat dari biasanya sepanjang tahun ini. Negara komunis itu mengirimkan pesawat tempurnya ke zona pertahanan udara Taiwan dengan frekuensi yang kian meningkat. Fenomena semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada Jumat (9/10/2020) kemarin, jet tempur China memasuki zona pertahanan udara Taiwan untuk ketujuh kalinya bulan ini dan hari keempat berturut-turut pekan ini, menurut Kementerian Pertahanan Taiwan. Tsai berjanji bahwa Taiwan tidak akan bertindak gegabah dan akan bekerja dengan seksama untuk menurunkan risiko konflik militer.

“Selama otoritas Beijing bersedia menyelesaikan antagonisme dan meningkatkan hubungan lintas selat, kami bersedia bekerja sama untuk memfasilitasi dialog yang bermakna,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil