Tak Bisa Pulang Kampung, Pembantu di Singapura Saksikan Suami Temui Ajal lewat Video Call

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 08 November 2021 - 09:16:00 WIB
Tak Bisa Pulang Kampung, Pembantu di Singapura Saksikan Suami Temui Ajal lewat Video Call
Pembantu rumah tangga di Singapura, Gelerina Hernandez (kanan), bersama majikannya, Tara Dhar Hasnain. (Foto: Istimewa)

SINGAPURA, iNews.id – Seorang pembantu rumah tangga di Singapura, Gelerina Hernandez (49), harus menyaksikan sang suami menemui ajal lewat panggilan video alias video call. Perempuan itu tak bisa pulang ke kampung halamannya di Filipina, lantaran pemberlakuan pembatasan perjalanan oleh Pemerintah Singapura di tengah pandemi Covid-19.

Untuk membantu sang asisten rumah tangga melewati masa-masa sulit tersebut, majikan Gelerina, Tara Dhar Hasnain (71), duduk di sampingnya, sekitar pukul 16.00 pada 6 Oktober tahun lalu. Mereka saat itu berada di dalam apartemen Tara di kawasan Ulu Pandan.

Melalui panggilan video, majikan dan pembantu itu bersama-sama menyaksikan detik-detik suami Gelerina yang berusia 53 tahun terbaring sekarat di ranjang rumah sakit di San Fernando, Filipina. Pria itu terserang kanker tenggorokan dan tidak dapat berbicara.

Mengetahui ajal suaminya sudah dekat, Gelerina—yang tidak bisa pulang kampung untuk menemani lelaki itu di rumah sakit karena kesulitan perjalanan di tengah pandemi Covid-19—mengatakan kepada suaminya untuk tidak mengkhawatirkan ketiga buah hati mereka. Perempuan itu juga berjanji akan merawat anak-anak mereka. Tak lama setelah mengucapkan janji itu, sang suami pun berlalu.

Suami Gelerina meninggal sehari sebelum ulang tahun pria itu yang ke-54. Sampai hari ini, Gelerina belum bisa pulang ke rumahnya di Filipina sejak kematian orang yang dia cintai itu.

“Sangat sulit bagi saya untuk menerima bahwa dia telah pergi, tetapi lebih sulit untuk menghadapinya ketika saya jauh dari keluarga saya, anak-anak saya,” kata Gelerina yang terakhir kali pulang kampung pada November 2019. 

Sebagai majikan, Tara mencoba melakukan yang terbaik untuk pembantunya itu. Dia berusaha menghibur dan menenangkan hati Gelerina saat menghadapi momen yang menyesakkan dada itu. “Kami menyaksikannya (suami Gelerina) mengembuskan napas terakhir, dan kemudian matanya tertutup. Peristiwa itu sangat, sangat sulit untuk disaksikan,” kata Tara kepada The Straits Times, belum lama ini.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda