Tak Prioritaskan Lansia, Program Vaksinasi Covid Indonesia Disorot Media Asing
Dalam rekomendasinya, WHO meminta negara memprioritaskan tenaga kesehatan pada tahap pertama vaksinasi dan kemudian pegawai negeri serta mereka yang berusia 60 tahun ke atas pada fase kedua (diperkirakan berlangsung Januari-April 2021).
Pemerintah Indonesia berpendapat, memvaksinasi warga usia produktif–yang lebih banyak bergerak daripada lansia–akan melindungi mereka yang tinggal di rumah, termasuk lansia. Hal ini, menurut pemerintah, akan memberikan perlindungan tidak langsung antarkelompok umur.
Pemerintah juga mengklaim sampai hari ini belum ada data keamanan vaksin CoronaVac untuk lansia. Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama ini hanya mengesahkan vaksin CoronaVac untuk warga usia 18-59 tahun.
“Kami jelaskan, mengapa klaim ini dipertanyakan,” kata peneliti.
Pada September 2020, Sinovac merilis hasil awal uji klinis fase 1 dan 2 mereka di China untuk orang sehat berusia 60 tahun ke atas. Saat ini, vaksin yang sama sedang diujicobakan dalam uji klinis fase 3 di Bandung, Jawa Barat.
Hasil pendahuluan menunjukkan, vaksin CoronaVac memberikan imunogenisitas (kemampuan memicu imunitas) yang baik terhadap virus penyebab Covid-19. Vaksin tersebut dianggap aman digunakan untuk orang sehat berusia 60 tahun ke atas. Tidak ada efek samping yang serius terkait dengan vaksin pada sukarelawan uji klinis.