Tega! Perempuan di Phoenix AS Cekik 3 Anaknya hingga Tewas, Termasuk 2 Bayi

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 19:00 WIB
Tega! Perempuan di Phoenix AS Cekik 3 Anaknya hingga Tewas, Termasuk 2 Bayi

Rachel Henry tega membunuh anaknya yang masih kecil. (FOTO: AP Photo)

PHOENIX, iNews.id - Perempuan di Phoenix, Amerika Serikat (AS) tega mencekik tiga anaknya hingga tewas. Perempuan berusia 22 tahun ini membunuh anaknya, yang dua di antaranya masih bayi.

Pelaku, Rachel Henry (22), ditangkap dan menjalani sidang pertama pada Rabu (22/1/2020). Dia mengaku kepada polisi telah membunuh seorang putra dan dua putrinya menggunakan tangannya sendiri.

Dilaporkan Associated Press, Kamis (23/1/2020), dalam dokumen pengadilan terungkap bahwa Rachel awalnya membunuh putrinya berusia 1 tahun, Miraya Henry. Namun kakak korban, Zane Henry (3), berusaha melindungi adiknya.

Zane menendang dan memukul ibunya serta berteriak memintanya agar berhenti saat Rachel Henry menyerang adiknya yang masih bayi. Henry pun mengejar Zane, lalu membunuhnya.

Putri Rachel yang masih berusia 7 bulan, Catalaya Rios, menjadi sasaran berikutnya.

Jaksa penuntut mengatakan, Rachel memiliki riwayat kecanduan sabu-sabu. Ketiga anaknya sebelumnya sudah pernah diambil otoritas kesejahteraan anak di Oklahoma karena ibunya kecanduan narkoba lantaran tak bisa mengurus mengurus anaknya.

Namun, keluarga Rahcel Henry kemudian pindah ke Phoenix pada Juni tahun lalu.

"Rachel meletakkan anak-anaknya dalam posisi di sofa ruang keluarga seolah-olah mereka sedang tidur," tulis polisi dalam dokumen penyelidikan.

Namun pihak berwenang memastikan Rachel tidak dalam kondisi terpengaruh obat terlarang atau alkohol saat membunuh.

Pembunuhan sadis ini terungkap setelah seorang kerabat yang tinggal seatap dengan Rachel menghubungi polisi pada Senin (20/1/2020). Namun dokumen pengadilan tak menjelaskan apakah kerabat itu ada saat pembunuhan terjadi atau tidak.

Saat dihadirkan dalam persidangan pada Selasa (21/1/2020) waktu setempat, Rachel Henry berbicara dengan nada berbisik saat bertanya soal uang jaminan untuknya.

"Saya tidak tahu bagaimana saya bisa mendapatkan uang," ucapnya, sambil menyebut dirinya tidak punya pekerjaan.

Pengakuannya ini menjadi dasar petugas bahwa salah satu motif pembunuhan yang dilakukan Rachel adalah masalah ekonomi. Dia didakwa dengan tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Sejauh ini belum ada orang lain yang didakwa terkait kasus yang sama.


Editor : Nathania Riris Michico