Tentara India Siaga Jelang 1 Tahun Pencabutan Otonomi Kashmir, Berlakukan Jam Malam

Anton Suhartono ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:51 WIB
Tentara India Siaga Jelang 1 Tahun Pencabutan Otonomi Kashmir, Berlakukan Jam Malam

Tentara India bersiaga menjelang peringatan setahun pencabutan status otonomi khusus Kashmir (Foto: AFP)

SRINAGAR, iNews.id - Tentara India memperketat keamanan di Kashmir jelang 1 tahun pencabutan status otonomi khusus wilayah tersebut yang jatuh pada Rabu (5/8/2020).

Mereka berpatroli di jalanan ibu kota Kashmir, Srinagar, sejak Senin (3/8/2020), serta menjaga titik-titik penting. Jam malam juga diberlakukan di wilayah berpenduduk mayoritas muslim itu sejak Senin hingga Rabu.

Penjagaan ini diberlakukan setelah adanya laporan intelijen mengenai potensi demonstrasi warga Kashmir menentang pencabutan status otonomi.

Kepolisian India mendapat informasi beberapa kelompok separatis, termasuk mereka yang didukung Pakistan, akan menggelar peringatan "Hari Hitam" pada Rabu dan berisiko menimbulkan kerusuhan.

Perdana Menteri Narendra Modi mencabut status otonomi khusus di Jammu dan Kashmir pada 5 Agustus 2019, memicu kemarahan warga serta negara tetangga, Pakistan.

Bukan hanya itu, Modi juga mencabut status Jammu dan Kashmir sebagai negara bagian dengan membentuk dua wilayah yang dikuasai pemerintah federal serta membagi wilayah Ladakh yang didominasi penganut Budha.

Kashmir merupakan wilayah yang memicu konflik India dan Pakistan sejak mendapat kemerdekaan dari Inggris. Kedua negara telah tiga kali berperang memperebutkan Kashmir.

Pemerintahan Modi berdalih pencabutan otonomi khusus bertujuan meningkatkan pembangunan ekonomi dan menyatukan dua daerah tersebut dengan negara bagian lainnya. Namun, langkah tersebut diiringi pembatasan aktivitas warga, pemberlakuan jam malam, penahanan terhadap warga, serta pemblokiran akses komunikasi termasuk internet.

Sementara itu Pakistan akan memperingati 1 tahun pencabutan status otonomi Kashmir dengan menyebutnya sebagai hari pengepungan. Acara tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Kashmir.

Editor : Anton Suhartono