Terungkap, 5 Fasilitas Militer dan Intelijen Israel Hancur akibat Serangan Iran
Menurut Telegraph, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak memberikan komentar apa pun terkait pencegatan rudal Iran apalagi kerusakan yang ditimbulkan.
Israel menyerang Iran sejak 13 Juni. Militer Zionis mengklim serangan mengincar fasilitas militer dan nuklir seperi Natanz dan Isfahan. Berdasarkan data Human Rights Activists in Iran (HRANA), lembaga HAM yang berbasis di Washington DC, serangan Israel menewaskan lebih dari 900 orang dan 3.000 lebih lainnya luka. Data berbeda disampaikan Kementerian Kesehatan Iran yang menyebutkan lebih dari 4.000 orang luka.
Sebagian besar korban tewas dan luka akibat serangan Israel adalah warga sipil.
Iran membalas serangan tersebut pada keesokan dini hari. Serangan-serangan Iran mengincar target-target strategis, termasuk markas badan intelijen Mossad serta fasilitas intelijen lainnya.
Kementerian Kesehatan Israel mengungkap, serangan Iran menewakan 28 orang serta melukai 3.238 lainnya. Otoritas Israel mengklaim sebagian besar korban tewas adalah warga sipil.
Data Israel mengungkap, Iran menembakkan sekitar 550 rudal balistik dan sekitar 1.000 pesawat drone ke Israel. Sebagian besar rudal berhasil dicegat, namun 36 rudal balistik mengenai beberapa gedung apartemen serta target penting, termasuk pembangkit listrik di Israel selatan dan kilang minyak Haifa.
Serangan Iran menyebabkan 240 bangunan mengalami kerusakan serius, menyebabkan lebih dari 13.000 warga kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi.
Editor: Anton Suhartono