Terungkap, Laporan Awal Ancaman Virus Corona Datang dari WHO bukan China

Anton Suhartono ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:09 WIB
Terungkap, Laporan Awal Ancaman Virus Corona Datang dari WHO bukan China

WHO ungkap laporan pertama kasus pneumonia akibat virus corona datang dari kantor perwakilannya, bukan pemerintah China (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui laporannya mengenai tahapan awal munculnya krisis virus corona. Badan PBB itu memastikan kasus pneumonia di Wuhan yang terindikasi ke arah virus corona pertama ali diberitahu oleh perwakilan mereka, bukan pemerintah China.

Pada 9 April, WHO menerbitkan garis waktu munculnya krisis sebagai upaya menjawab kritikan atas lemahnya penanganan organisasi tersebut.

Dalam kronologi WHO menyatakan, Komisi Kesehatan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada 31 Desember melaporkan kasus pneumonia. Namun badan kesehatan PBB itu tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang memberitahukannya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada 20 April, laporan pertama datang dari China tanpa menyebut pihak mengirimnya, apakah pemerintah atau kelompok lain.

Namun dalam kronologi baru yang diterbitkan pekan ini, WHO memebeberkan versi lebih rinci rangkaian awal peristiwa.

Disebutkan, kantor WHO di China pada 31 Desember mendapat laporan dari perwakilan regional di Wuhan mengenai kasus pneumonia dari virus.

Pada hari yang sama, layanan informasi epidemi WHO mengambil laporan serupa yang dikirim oleh jaringan pengawasan epidemiologi internasional berbasis di Amerika Serikat, ProMed.

Setelah itu, WHO dua kali meminta pihak berwenang China, yakni pada 1 dan 2 Januari, untuk membagikan informasi tentang kasus-kasus ini. Pada 3 Januari pihak berwenang China baru memberikannya.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan, setiap negara memiliki waktu 24 sampai 48 jam untuk secara resmi memverifikasi suatu peristiwa mengenai potensi ancaman kesehatan lalu melaporkannya.

Menurut Ryan, otoritas China memang segera menghubungi WHO setelah diminta memberikan verifikasi, namun bukan yang pertama.

WHO menjadi sasaran kritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena dianggap lamban menangani wabah Covid-19 sehingga menyebar ke seluruh dunia.

Trump juga menyebut WHO terlalu berpihak kepada China yang berbuntut pada diberhentikannya pendanaan. AS merupakan penyumbang terbesar bagi WHO.

Namun WHO menepis semua tuduhan itu meski berjanji akan menyelidiki bagaimana organisasi imerespons wabah di masa awal.

Editor : Anton Suhartono