Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran
Advertisement . Scroll to see content

Thailand-Kamboja Perang Lagi, PM Malaysia Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Tahan Diri

Senin, 08 Desember 2025 - 18:03:00 WIB
Thailand-Kamboja Perang Lagi, PM Malaysia Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Tahan Diri
Anwar Ibrahim mendesak Thailand dan Kamboja untuk menahan diri setelah terlibat dalam bentrokan bersenjata, Senin (8/12) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Thailand dan Kamboja untuk menahan diri setelah terlibat dalam bentrokan bersenjata, Senin (8/12/2025).

Anwar menegaskan, pertempuran baru tersebut berisiko menggagalkan upaya yang telah dilakukan ASEAN dan Amerika Serikat (AS) untuk mencapai gencatan senjata.

"Kami mendesak kedua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menjaga saluran komunikasi tetap terbuka, dan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme yang ada," ujar Anwar, dalam postingan di media sosial X.

Ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja meledak menjadi konflik terbuka sejak Senin dini hari. Jet-jet tempur F-16 Thailand melancarkan serangan ke wilayah Kamboja, sebagai pembalasan atas serangan artileri dan mortir Kamboja sebelumnya yang menghantam Pangkalan Udara Anupong.

Serangan Kamboja itu menewaskan seorang tentara Thailand dan melukai empat lainnya.

Juru micara militer Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree mengatakan, serangan ini merupakan pembelasan langsung terhadap serangan mematikan Kamboja. 

“Targetnya adalah posisi dukungan bersenjata Kamboja di daerah Chong An Ma Pass, karena target tersebut menggunakan artileri dan peluncur mortir untuk menyerang pihak Thailand di Pangkalan Anupong,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut