Topan Kammuri Bayangi Perhelatan SEA Games Filipina, Puluhan Ribu Orang Dievakuasi

Anton Suhartono ยท Senin, 02 Desember 2019 - 15:50 WIB
Topan Kammuri Bayangi Perhelatan SEA Games Filipina, Puluhan Ribu Orang Dievakuasi

Hujan derasa dan angin kencang dampak Topan Kammuri menerjang Kota Gamar, Provinsi Samar , Filipina (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Topan Kammuri menghantui Filipina bersama dengan perhelatan SEA Games ke-30. Topan membawa angin dengan kecepatan hingga 185 kilometer per jam dan hujan deras diperkirakan menerjang daratan Filipina pada Senin (2/12/2019) malam atau Selasa dini hari.

Jalur yang dilalui topan meliputi dekat Manila, kota berpenduduk sekitar 13 juta orang sekaligus lokasi sebagian besar pertandingan SEA Games.

Sementara itu hampir 70.000 warga Bicol, daerah pertama di Filipina yang akan diterjang topan, dengan sukarela mengungsi ke rumah kerabat dan penampungan-penampungan.

"Kami berharap tidak ada kerusakan, tapi mengingat kekuatannya, kami tidak bisa menghindarinya. Kami telah mengevakuasi warga yang berada di jalur topan," kata Mark Timbal, juru bicara badan bencana nasional, kepada AFP.

Biro cuaca juga memperingatkan tanah longsor yang disebabkan hujan deras serta naiknya gelombang laut di pesisir timur negara itu dengan ketinggian hingga 3 meter.

Sementara itu beberapa cabang olahraga SEA Games yang terdampak langsung Kammuri di antaranya selancar angin dan triathlon. Cabang selancar dihentikan untuk tindakan pencegahan sedangkan triathlon diadakan lebih awal dari jadwal.

Namun penyelenggara SEA Games terus memantau perkembangan karena bisa jadi ada cabang olahraga lain yang terdampak.

COO SEA Games Ramon Suzara mengatakan, pihaknya menyiapkan rencana darurat untuk kemungkinan terburuk, meski demikian durasi SEA Games tidak akan diperpanjang.

"Misalnya, bola basket atau voli. Biasanya jika ada topan kompetisi tetap berlanjut tapi tanpa penonton," ujarnya.

Filipina dihantam rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun, menewaskan ratusan orang.

Topan paling mematikan di Filipina yang tercatat adalah Haiyan pada 2013, menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas dan hilang.


Editor : Anton Suhartono