Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ariana Grande Terkena Covid-19 hingga Sejumlah Acara Dibatalkan, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Turki Berlakukan Jam Malam, Erdogan ke Warga: Setop Merokok Shisha dan Tetap Di Rumah!

Selasa, 01 Desember 2020 - 11:16:00 WIB
Turki Berlakukan Jam Malam, Erdogan ke Warga: Setop Merokok Shisha dan Tetap Di Rumah!
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak warganya agar tidak kumpul-kumpul di luar ruangan sambil menghisap shisha di tengah tingginya angka kematian akibat Covid-19. (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak warganya agar mengurangi menghisap shisha bersamaan dengan keluarnya aturan jam malam di negara itu. Turki tengah berupaya menghentikan gelombang dua pandemi Covid-19 sejak bulan lalu.

Pemerintah Turki mulai memberlakukan peraturan baru pada Selasa (1/12/2020) waktu setempat sampai durasi waktu yang belum ditentukan. Jam malam di Turki mengatur warga tidak boleh keluar dari rumah antara jam 9 malam sampai pukul 5 pagi hari berikutnya. Sedangkan di akhir pekan, warga dilarang berkeliaran di luar rumah dari Jumat pukul 9 malam sampai Senin jam 5 pagi.

Jam malam dan pembatasan sosial diberlakukan setelah angka kematian akibat Covid-19 di Turki mencapai rekor tertinggi selama delapan hari berturut-turut. Data terbaru hari Senin (30/11/2020), terdapat 188 kematian dalam 24 jam terakhir. Fakta lainnya, Turki juga mencatat rekor penambahan kasus harian baru yakni 31.219.

Seorang pria tengah menikmati rokok shisha yang jadi kebiasaan warga Turki saat bersantai bersama rekan-rekan. (foto: Russia Today)
Seorang pria tengah menikmati rokok shisha yang jadi kebiasaan warga Turki saat bersantai bersama rekan-rekan. (foto: Russia Today)

Selain mengimbau rakyatnya agar mendukung upaya pemerintah mengatasi gelombang kedua Covid-19, Presiden Erdogan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi. Dia mengingatkan warganya agar mengurangi aktifitas merokok tembakau, atau menghisap shisha yang umumnya dibarengi kumpul-kumpul dengan kerabat atau keluarga.

"Tolong, Anda harus berhenti merokok!," ucapnya dikutip dari Russia Today, Selasa (1/12/2020).

Sekolah dan sektor pariwisata terpaksa kembali ditutup

Pemberlakukan pembatasan sosial memaksa beberapa sekolah kembali tutup, restoran tidak melayani makan di tempat, serta fasilitas rekreasi lainnya juga ditutup.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut