Turki Berlakukan Jam Malam, Erdogan ke Warga: Setop Merokok Shisha dan Tetap Di Rumah!
ANKARA, iNews.id - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak warganya agar mengurangi menghisap shisha bersamaan dengan keluarnya aturan jam malam di negara itu. Turki tengah berupaya menghentikan gelombang dua pandemi Covid-19 sejak bulan lalu.
Pemerintah Turki mulai memberlakukan peraturan baru pada Selasa (1/12/2020) waktu setempat sampai durasi waktu yang belum ditentukan. Jam malam di Turki mengatur warga tidak boleh keluar dari rumah antara jam 9 malam sampai pukul 5 pagi hari berikutnya. Sedangkan di akhir pekan, warga dilarang berkeliaran di luar rumah dari Jumat pukul 9 malam sampai Senin jam 5 pagi.
Jam malam dan pembatasan sosial diberlakukan setelah angka kematian akibat Covid-19 di Turki mencapai rekor tertinggi selama delapan hari berturut-turut. Data terbaru hari Senin (30/11/2020), terdapat 188 kematian dalam 24 jam terakhir. Fakta lainnya, Turki juga mencatat rekor penambahan kasus harian baru yakni 31.219.

Selain mengimbau rakyatnya agar mendukung upaya pemerintah mengatasi gelombang kedua Covid-19, Presiden Erdogan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi. Dia mengingatkan warganya agar mengurangi aktifitas merokok tembakau, atau menghisap shisha yang umumnya dibarengi kumpul-kumpul dengan kerabat atau keluarga.
"Tolong, Anda harus berhenti merokok!," ucapnya dikutip dari Russia Today, Selasa (1/12/2020).
Sekolah dan sektor pariwisata terpaksa kembali ditutup
Pemberlakukan pembatasan sosial memaksa beberapa sekolah kembali tutup, restoran tidak melayani makan di tempat, serta fasilitas rekreasi lainnya juga ditutup.