Uni Eropa Desak China izinkan Ahli Internasional Selidiki Asal Muasal Virus Corona
BERLIN, iNews.id - Bukan hanya Amerika Serikat, Uni Eropa juga mendesak digelarnya penyelidikan asal muasal virus corona yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China.
Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mendesak China berkontribusi melawan pandemi virus corona dengan mengizinkan komunitas internasional menggelar penyelidikan independen.
Dalam tulisan di surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) yang rilis Jumat, (15/5/2020), Borrell mengatakan China harus membantu melindungi dunia dari bahaya lebih jauh.
"Penyelidikan ilmiah independen tentang asal mula pandemi ini juga perlu," katanya, seperti dilaporkan kembali Reuters.
Menlu AS Sebut Ada Bukti Kuat Virus Corona dari Lab Wuhan, China: Dia Bohong!
Borrell menegasan, China juga harus bertanggung jawab, di antaranya dalam pengadaan vaksin, berkontribusi mengembalikan perekonomian global yang terpuruk, serta berperan membantu negara-negara berkembang yang terpukul akibat wabah ini.
Virus corona muncul di Kota Wuhan pada Desember 2019, namun sampai saat ini China tak mau membuka pintu bagi para ilmuwan internasional.
Trump Temukan Bukti Virus Corona Berasal dari Lab Wuhan, Siapkan Sanksi untuk China
Sebelumnya Dubes China untuk PBB di Swiss Chen Xu mengatakan, negaranta tak akan mengundang para ahli internasional untuk memulai penyelidikan soal asal muasal virus corona sampai wabah ini benar-benar selesai.
Chen mengatakan prioritas saat ini adalah mengalahkan virus corona serta melawan upaya politisasi Covid-19 yang tak masuk akan dan konyol.
“Prioritas utama kami untuk saat ini adalah fokus kepada perang melawan pandemi sampai kami mendapatkan kemenangan final,” kata Chen.
"Bukannya kami alergi dengan segala jenis penyelidikan atau evaluasi," katanya, seraya mengakui dengan penyelidikan menyeluruh dunia dapat mengantisipasi krisis kesehatan serupa di masa depan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menunggu undangan dari China untuk ambil bagian dalam penyelidikan.
Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: Korban Meninggal Dunia Covid-19 Capai 300 Ribu Lebih
Editor: Anton Suhartono