Vaksinasi Covid-19 Paspampres Berbuntut Panjang, Presiden Duterte Bela Pengawalnya
Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) seharusnya juga memulai penyelidikan inernal pada Selasa (5/1/2021), namun dibatalkan setelah Duterte dalam pidatonya memerintahkan komandan PSG, Jesus Durante III, untuk menghentikannya.
"Meskipun tidak secara langsung diarahkan ke AFP, kami membaca isyarat karena dia (Duterte) merupakan Panglima Angkatan Bersenjata," kata juru bicara militer, Edgard Arevalo, dikutip dari Philippine Daily Inquirer, Rabu (6/1/2021).
Di Filipina, PSG merupakan bagian dari angkatan bersenjata namun operasionalnya diawasi Istana Presiden.
Kasus ini bermula dari pengumuman yang disampaikan Duterte pada 26 Desember bahwa para pengawalnya sudah mendapatkan vaksin virus corona. Setelah itu FDA mengeluarkan pernyataan belum mengeluarkan izin penggunaan satu pun vaksin Covid-19 di Filipina.
Penyelidikan yang dilakukan Senat tampaknya membuat marah Duterte. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (4/1/2021) malam, dia memperingatkan anggota parlemen agar tidak memanggil PSG untuk dimintai keterangan karena itu bentuk penghinaan.
“Saya tidak akan mengizinkannya. Saya akan datang ke Kongres dan mencari mereka. Jika Anda melakukan itu, akan ada krisis kecil. Itu ada di tangan Anda. Saya siap untuk membela tentara saya,” kata Duterte.
Editor: Anton Suhartono