Virus Korona Terus Menyebar, Sampai Israel dan Renggut 2 Nyawa Lagi di Iran

Anton Suhartono ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 19:33 WIB
Virus Korona Terus Menyebar, Sampai Israel dan Renggut 2 Nyawa Lagi di Iran

Warga Iran tetap antusias mengikuti pemilu parlemen di tengah maraknya kasus virus korona (Foto: AFP)

TEL AVIV, TEHERAN, iNews.id - Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi kasus virus korona atau Covid-19 pertama di negaranya, Jumat (21/2/2020).

Penderita merupakan warga Israel yang pernah menjadi penumpang kapal pesiar Diamond Princess.

Kapal yang kini bersandar di pelabuhan Yokohama, Jepang, itu merupakan cluster penyebaran virus korona terbesar di luar China dengan jumlah penderita yang sudah mencapai 600 orang lebih.

"Salah satu dari belasan penumpang yang pulang dari kapal pesiar di Jepang dinyatakan positif setelah pengecekan oleh laboratorium pusat kementerian kesehatan," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari AFP.

Sementara itu belasan penumpang lainnya yang juga dipulangkan berbarengan dengan warga yang terinfeksi dinyatakan negatif.

Korban Meninggal dan Terinfeksi di Iran Bertambah

Di Iran, korban meninggal akibat virus korona Iran bertambah menjadi empat orang setelah otoritas kesehatan mengumkan dua kasus kematian terbaru, Jumat sore.

Kementerian Kesehatan Iran juga melaporkan 13 korban terbaru sehingga jumlah totalnya menjadi 18.

"Sebanyak 13 kasus baru dikonfirmasi. Sayangnya dua dari mereka meninggal," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, dalam cuitan.

Kasus virus korona pertama kali diumumkan di Iran pada Rabu (19/2/2020). Lalu pada Kamis, Iran mengumumkan kasus kematian akibat virus korona pertama di negara itu sekaligus di Timur Tengah.

"Tujuh di Qom, empat di Teheran, dan dua di Gilan," kata Jahanpour, memetakan lokasi para penderita.

Dia menambahkan, para penderita merupakan warga Qom atau warga provinsi lain namun memiliki catatan perjalanan ke Qom dalam beberapa hari atau beberapa pekan terakhir.

Iran, lanjut dia, sudah menerima bantuan alat tes virus korona dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikirim empat kali.

Qom merupakan kota pusat studi dan pariwisata religi Syiah yang dikunjungi jutaan orang dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya.


Editor : Anton Suhartono