Waduh, AS Dilaporkan Minta Keluarga Diplomat Segera Tinggalkan Ukraina
KIEV, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah meminta keluarga para diplomat di Ukraina untuk segera meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya ancaman serangan dari Rusia. Pada akhir 2021, intelijen AS mengungkap kemungkinan serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina pada awal tahun ini, laporan yang dibantah keras Moskow.
Fox News, mengutip seorang sumber pejabat AS, melaporkan Departemen Luar Negeri (Deplu) telah memerintahkan keluarga staf kedutaan besar (Kedubes) di Kiev untuk mulai meninggalkan negara itu segera mulai Senin (24/1/2022).
Kemudian CNN mengangkat laporan, AS berencana mengevakuasi staf yang tak berkepentingan serta anggota keluarga mereka dari kedubes di Kiev. Laporan juga menyebutkan, kedubes AS yang meminta izin ke deplu untuk memulai evakuasi.
Bukan hanya itu, sumber lain yang dekat dengan pemerintah Ukraina, mengatakan warga AS lainnya bisa mulai meninggalkan negara itu mulai pekan depan.
Waduh, Menlu AS Sebut Rusia Bisa Serang Ukraina dengan Pemberitahuan Singkat
Laporan-laporan itu datang setelah seorang juru bicara deplu mengatakan kepada sebuah media pada Jumat lalu, pemerintah tak mensponsori evakuasi jika ada warga AS yang ingin meninggalkan Ukraina. Dia menyarankan kepada mereka untuk menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia. Komentar itu disampaikan menjawab pertanyaan soal laporan adanya evakuasi warga AS di Ukraina baru-baru ini.
AS Akan Langsung Jatuhkan Sanksi kepada Rusia jika Serang Ukraina
Meski demikian deplu AS menegaskan belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun soal evakuasi. Tidak ada pengumuman terbaru yang dibuat. Disebutkan pemerintah pasti akan terlibat jika terjadi kondisi darurat, sebagaimana biasa dilakukan di negara lain jika situasi keamanan memburuk. Namun untuk saat ini tidak ada rencana evakuasi segera.
Deplu AS sudah mengeluarkan peringatan perjalanan level 4 untuk Ukraina sejak sebulan terakhir terkait alasan Covid-19 dan meningkatnya ancaman dari Rusia. Ini berarti warga AS didesak untuk tidak melakukan perjalanan ke Ukraina.
Bukan hanya AS, Jerman dilaporkan sedang mengambil ancang-ancang serupa. Surat kabar Bild pada Sabtu melaporkan, pemerintah sedang merencanakan evakuasi staf kedubes di Kiev jika terjadi eskalasi lebih lanjut. Namun Kemlu Jerman membantah laporan tersebut dengan menyatakan tidak ada rencana seperti itu.
Rusia berkali-kali menegaskan tak ada rencana menyerang Ukraina, meski puluhan ribu pasukan dan peralatan tempur berat sudah disiagakan di dekat perbatasan. Pengerahan pasukan bertujuan untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah.
Editor: Anton Suhartono