Wapres AS Kamala Harris Ajak Vietnam Lawan Tekanan China soal Konflik Laut China Selatan

Anton Suhartono ยท Kamis, 26 Agustus 2021 - 10:33:00 WIB
Wapres AS Kamala Harris Ajak Vietnam Lawan Tekanan China soal Konflik Laut China Selatan
Kamala Harris mengajak Presiden Vietnam untuk meningkatkan tekanan kepada China soal klaim teritorial Laut China Selatan (Foto: Reuters)

HANOI, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengajak Vietnam untuk melawan pengaruh China di kawasan, terutama soal konflik Laut China Selatan. Harris mengungkapkan hal itu saat bertemu Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Wakil Presiden Vo Thi Anh Xuan, dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh di Hanoi, Rabu (25/8/2021).

Harris mengatakan, ada kebutuhan untuk meningkatkan tekanan terhadap China terkait klaim teritorial negara tersebut atas sebagai besar perairan Laut China Selatan.

"Kita perlu mencari cara untuk menekan, meningkatkan tekanan, kepada Beijing agar mematuhi Konvensi PBB tentang Hukum Laut, serya untuk melawan intimidasi dan klaim maritim yang berlebihan," kata Harris, kepada Presiden Nguyen Xuan Phuc, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/8/2021).

Pada kesempatan itu Harris menawarkan bantuan kepada Vietnam di beberapa bidang, termasuk dukungan keamanan maritim untuk melawan agresivitas China di Laut China Selatan serta menawarkan kunjungan kapal perang lebih sering.

Harris juga menawarkan bantuan vaksin untuk mengatasi wabah Covid-19 serta meluncurkan beberapa program guna memerangi perubahan iklim.

Ini merupakan pernyataan tegas Harris kedua selama kunjungannya di Asia Tenggara. Hal serupa juga disampaikannya dalam pidato di Singapura. Pada kesempatan itu dia menuduh China melakukan pemaksaan dan intimidasi untuk mendukung klaim Laut Chin Selatan. Padahal Pengadilan Arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 sudah menolak klaim tersebut.

China menentang putusan Pengadilan Arbitrase tersebut bahkan semakin agresif beraktivitas di perairan-perairan yang disengketakan dengan negara-negara Asia Tenggara, yaki Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara itu juga mendirikan pos-pos militer pulau buatan.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: