Warga Australia Ikut Diamankan saat Demonstrasi Pro-Kemerdekaan Papua

Anton Suhartono ยท Senin, 03 Desember 2018 - 13:46 WIB
Warga Australia Ikut Diamankan saat Demonstrasi Pro-Kemerdekaan Papua

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya rusuh (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Warga Australia termasuk salah satu dari ratusan aktivis pro-Kemerdekaan Papua yang diamankan terkait aksi unjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/12/2018).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikutip dari AFP, Senin (3/12/2018), mengatakan, warga Australia itu diketahui seorang perempuan bernama Roda Amy Harman. Dia diperiksa polisi sejak Sabtu (1/12/2018) malam.

Aksi mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua itu terpaksa dibubarkan petugas Polrestabes Surabaya.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, aksi mereka berpotensi membuat rusuh Kota Surabaya karena diduga bermuatan radikal atau makar.

"Terbukti ada massa dari ormas (organisasi kemasyarakatan) lain yang datang untuk menghalau aksi mereka," katanya.

Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua yang diamankan berjumlah 233 orang. Mereka lalu dimintai keterangan di Mapolrestabes Surabaya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 01.00 WIB, petugas kembali mengamankan para mahasiswa dari mess mahasiswa asal Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. Mereka diamankan karena mess tersebut dikepung massa ormas.

Rudi menegaskan pemulangan mereka bukan soal melarang kebebasan berserikat, berkumpul atau mengemukakan pendapat di muka umum, melainkan perkumpulan ini dirasakan mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya.

"Kami tidak ada kompromi. Mereka tidak boleh berkumpul lagi," ucapnya.

Lebih dari 500 aktivis, didominasi mahasiswa, menggelar aksi unjuk rasa memperingati kemerdekaan Papua di seluruh Indonesia.

Namun tak ada seorang pun yang ditahan setelah dimintai keterangan, termasuk Harman. Perempuan berusia 35 tahun itu lalu dilaporkan ke imigrasi untuk proses lebih lanjut.

Kedubes Australia di Jakarta belum berkomentar terkait penangkapan warganya tersebut.

Editor : Anton Suhartono