Mahfud MD Ungkap Dua Ancaman Kedaulatan RI secara Terorial

Antara ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 16:36 WIB
Mahfud MD Ungkap Dua Ancaman Kedaulatan RI secara Terorial

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkapkan setidaknya ada dua ancaman secara teritorial terhadap kedaulatan RI saat ini. Kedua ancaman teritorial tersebut yakni di Laut Natuna Utara dan Papua.

“Teritori kita petakan Natuna dan Papua,” kata dia di Markas Besar Badan Keamanan Laut (Bakamla), Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Menurut Mahfud, pemetaan ancaman kedaulatan tersebut berdasarkan analisis yang disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertama, kata dia, ancaman muncul di Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan karena ada klaim dari Republik Rakyat China (RRC) atas kawasan perairan itu meski tidak diakui secara internasional.

“Nelayan-nelayan China yang terkadang dilindungi oleh pemerintahnya itu mencuri ikan di sana, melanggar hak berdaulat kita. Itu ancaman terhadap integrasi teritori kita,” ucapnya.

Mahfud mengakui, secara kekuatan persenjataan, Indonesia jauh di bawah China. Akan tetapi, Indonesia memiliki konstitusi dan ada hukum internasional yang juga sudah mengatur.

“Sehingga kita akan tetap mempertahankan wilayah itu sebagaimana amanat konstitusi, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah. Itu artinya melindungi teritori,” tuturnya.

Ancaman kedua, kata dia, dari Papua yang terus diembuskan isu Papua merdeka yang harus ditangani dengan pendekatan secara hati-hati, bukan pendekatan militer. “Yang dilakukan itu adalah penegakan hukum dan keamanan. Tidak melakukan operasi militer. Karena kalau sudah disebut operasi militer nanti pelanggaran HAM (hak asasi manusia),” ujarnya.

Selain ancaman kedaulatan secara teritorial, Mahfud juga mengingatkan adanya ancaman kedaulatan secara ideologi yang harus terus diwaspadai.

Editor : Ahmad Islamy Jamil