Warga Hong Kong Ganti Lagu Kebangsaan China dengan 'Glory to Hong Kong'
Tak hanya demonstrasi, lagu ini juga dibawakan dalam pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Hong Kong dan Iran pada Selasa (10/9/2012) malam. Para suporter malah mencemooh lagu kebangsaan China yang diputar di awal pertandingan, kemudian menyanyikan Glory to Hong Kong begitu pertandingan dimulai.
Menghina bendera dan lagu kebangsaan China merupakan pelanggaran di negara itu, meski aturan tersebut tak berlaku di Hong Kong, wilayah semiotonomi.
Seorang warga, Christopher Chung (22), berencana menyanyikan lagu baru ini untuk menggantikan lagu kebangsaan China 'March of the Volunteers'.
Demikian halnya remaja 16 tahun Billy. Dia bahkan menegaskan tak menyukai lagu kebangsaan China.
"Kami benar-benar tidak menyukai lagu kebangsaan China. Itu sebabnya kami ingin menyanyikan lagu kebangsaan Hong Kong," tutur Billy.
Aksi unjuk rasa di Hong Kong yang berlangsung 4 bulan terakhir dipicu oleh rencana pemimpin kota Carrie Lam untuk mengesahkan RUU ekstradisi. Dalam aturan itu, para penjahat Hong Kong bisa diadili di China daratan serta negara lain yang menjalin kerja sama.
Lam memang sudah mencabut RUU itu, namun para aktivis prodemokrasi belum puas. Pasalnya ada empat tuntutan lain yang belum dipenuhi, di antaranya penyelidikan independen atas kekerasan polisi terhadap demonstran dan digelarnya pemilu demokratis untuk memilih pemimpin. Selama ini pemimpin Hong Kong dipilih langsung oleh pemerintah China.
Editor: Anton Suhartono