WHO Peringatkan Kasus Kematian akibat Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta Orang

Anton Suhartono ยท Sabtu, 26 September 2020 - 06:15 WIB
WHO Peringatkan Kasus Kematian akibat Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta Orang

Michael Ryan (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia bisa mencapai 2 juta orang jika tindakan melawan infeksi tidak dilakukan.

Berdasarkan penghitungan AFP hingga Jumat (25/9/2020) malam, kasus kematian akibat virus corona di seluruh dunia mencapai 985.707 orang dari total 32,3 juta lebih yang terinfeksi.

"1 juta merupakan angka yang mengerikan dan kita perlu merenungkan ini sebelum mulai mempertimbangkan (korban) 1 juta berikutnya," kata direktur kedaruratan WHO Michael Ryan, dikutip dari AFP, Sabtu (26/9/2020).

Dia mengingatkan, tambahan 1 juta korban, bahkan lebih, bisa tercapai jika masyarakat internasional tidak berluat lebih untuk mengendalikan pandemi.

"Apakah kita siap secara kolektif melakukan apa yang diperlukan untuk menghindari angka itu. Jika kita tidak mengambil tindakan, kita akan mencapai angka itu dan sayangnya jauh lebih tinggi," tuturnya.

Amerika Serikat merupakan negara dengan kasus infeksi dan kematian tertinggi di dunia. Negara itu mengonfirmasi lebih dari 7 juta kasus infeksi.

Peringatan WHO ini disampaikan saat para pejabat Spanyol memperluas penguncian di dan sekitar Madrid pada Jumat (25/9/2020) yang berdampak pada 1 juta populasi.

Lonjakan kasus baru bermunculan di penjuru Eropa, di mana Polandia dan Prancis mencatat rekor rekor terbaru.

Penambahan kasus harian di Prancis bahkan mencapai rekor yakni menembus 16.000 orang untuk pertama kalinya. Pemerintah Prancis berancang-ancang mempersiapkan pembatasan baru yang sangat ketat.

Otoritas Inggris juga mengumumkan pembatasan baru yang bahkan diperluas hingga seperempat populasi negara itu.

Rusia memerintahkan warga berisiko tinggi untuk tetap di rumah demi menghindari infeksi.

Sementara itu di Brasil, negara dengan jumlah kasus infeksi dan kematian kedua terburuk, membatalkan karnaval Rio de Janeiro.

Editor : Anton Suhartono