WHO Sebut Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir, Minta Semua Negara di Dunia Bersiap

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 08 September 2020 - 13:34 WIB
WHO Sebut Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir, Minta Semua Negara di Dunia Bersiap

Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Gheberyesus. (foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 telah menjangkit lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 bukanlah pandemi terakhir dalam kehidupan manusia.

Berdasarkan data yang dipublikasi situs Worldometer, Selasa (8/9/2020) pagi WIB, kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia sebanyak 27,4 juta orang. Dalam sehari tercatat terdapat penambahan 195.080 kasus baru.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 896.406 dinyatakan meninggal dunia, sedangkan jumlah orang yang sembuh dari infeksi mencapai 19,5 juta orang.

Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Januari lalu, teror Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Bahkan, di beberapa negara--seperti Indonesia, Malaysia, dan kawasan Amerika Latin--virus yang menyerang sistem pernapasan itu mengalami mutasi.

Meskipun sejumlah negara maju mengklaim pengembangan vaksin Covid-19 telah memasuki fase pengujian tahap 3 dan diperkirakan bisa diinjeksi pada manusia mulai tahun depan, WHO mengingatkan bahwa Covid-19 bukan pandemi terakhir.

Oleh karena itu, WHO meminta setiap negara mempersiapkan sistem kesehatan dan pengembangan penelitian berdasarkan virus yang sudah diketahui saat ini. Tujuannya mempersiapkan pencegahan serta penyediaan obat jika situasi terburuknya di masa depan terjadi pandemi baru.

"Ini bukan pandemi terakhir," kata Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari Aljazeera, Selasa (8/9).

"Sejarah mengajarkan kita bahwa wabah dan pandemi adalah fakta kehidupan. Tetapi pandemi berikutnya datang, dunia harus siap. Lebih siap daripada saat ini," ujarnya.

Sejak kasus infeksi dan kematian pertama diketahui muncul di kota Wuhan, China, pada Desember 2019, virus tersebut sudah menyebar ke lebih dari 200 negara. Amerika Serikat tercatat sebagai negara paling terdampak Covid-19, di negari Paman Sam terdapat lebih dari 6,4 juta kasus infeksi dengan angka kematian melewati 189.000

Di India, dalam dua pekan terakhir mengalami peningkatan kasus baru Covid-19 lebih dari 80.000. Negara itu berada di urutan dua kasus infeksi Covid-19 terbanyak di dunia yaitu 4.277.584 orang, angka kematiannya lebih dari 71.000 orang.

China yang sempat menjadi epicenter Covid-19 mulai membuka akses dan mencabut kebijakan lockdown mayoritas kota-kota besar setelah melihat kurva penularan yang terus menurun. Di negara Tirai Bambu terdapat 85.144 kasus infeksi Covid-19 dengan kasus kematian sebanyak 4.634.

Lalu, bagaiaman dengan Indonesia? Sejak kasus pertama terdeteksi pada Maret lalu, angka positif Covid-19 terus naik. Hingga Senin (7/9/2020) siang terdapat 196.989 kasus infeksi Covid-19 dengan total angka kematian 8.130--tertinggi di Asia Tenggara--serta 140.652 yang dinyatakan sembuh.

Editor : Arif Budiwinarto